Kondisi Terkini Dugaan Keracunan PMT di Rowobelang, 14 Warga Dirawat di RSUD Batang
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi saat menjenguk korban dugaan keracunan PMT di RSUD Batang, Selasa 22 September 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id — Sebanyak 14 warga menjalani rawat inap di RSUD BATANG dalam perkembangan kasus dugaan keracunan pangan di Desa Rowobelang, Kecamatan BATANG, Kabupaten BATANG.
Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang per Rabu, 23 September 2026 pukul 10.00 WIB, mencatat sebanyak 41 orang mengalami gejala dalam kasus tersebut.
Dari total 41 orang itu, sebanyak 27 orang menjalani rawat jalan.
"Sementara 14 orang lainnya menjalani rawat inap di RSUD Batang," kata Kasi Surveilans, Imunisasi dan KLB Dinkes Kabupaten Batang, Khairunnisa, di kantornya, Rabu 23 September 2026.
BACA JUGA: DPRD Batang Komentari Dugaan Keracunan PMT, Lutfiyati: Perhatikan Keamanan
BACA JUGA: DPUPR Batang Pastikan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru untuk Gringsing Beriringan
Ia menyampaikan perkembangan tersebut berdasarkan pemantauan dan penanganan kasus dugaan keracunan pangan di Desa Rowobelang.
Perubahan terlihat pada komposisi penanganan pasien dibandingkan data 22 September 2026. Saat itu, sebanyak 31 orang tercatat menjalani rawat jalan dan 10 orang menjalani rawat inap di RSUD Batang.
Pada pembaruan 23 September, pasien rawat jalan berkurang empat orang menjadi 27 orang. Pada saat yang sama, jumlah pasien rawat inap bertambah empat orang menjadi 14 orang.
Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran jumlah warga dalam kategori penanganan rawat jalan dan rawat inap. Namun, data tersebut tidak berarti jumlah total kasus bergejala bertambah empat orang karena angka 41 orang merupakan jumlah kasus bergejala yang tercatat dalam pembaruan Dinkes.
BACA JUGA: Perizinan UMKM Batang jadi Perhatian Jelang Tahun Wisata 2027
BACA JUGA: Kondisi Warga Keracunan Berangsur Membaik, Dinkes Batang Tunggu Hasil Lab
"Dari 41 warga yang mengalami gejala, sebanyak 13 orang merupakan laki-laki. Sementara 28 orang lainnya merupakan perempuan," tambahnya.
Diare Jadi Keluhan Paling Banyak
Diare menjadi gejala yang paling banyak tercatat dalam kasus tersebut. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Batang, keluhan diare dialami 82,9 persen dari kasus bergejala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: