Dari Pabrik ke Sunset, Bukit Srawung Jadi Wajah Lain KEK Industropolis

Dari Pabrik ke Sunset, Bukit Srawung Jadi Wajah Lain KEK Industropolis

Peresmian Bukit Srawung KEK Industropolis Batang -ist-

BATANG, diswayjateng.id — Kawasan industri biasanya identik dengan pabrik, kendaraan logistik, dan aktivitas produksi. Namun, pemandangan berbeda mulai muncul di Kawasan Industri Terpadu BATANG (KITB) atau KEK Industropolis BATANG.

Di Bukit Srawung, masyarakat bisa menikmati panorama laut dan suasana matahari terbenam dari kawasan yang berkembang sebagai pusat industri tersebut.

Bukit Srawung kini diarahkan menjadi ruang publik untuk menikmati suasana alam sekaligus berinteraksi. 

Kawasan itu diresmikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di Helipad Bukit Srawung, KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang.

BACA JUGA: 540 Hektare Sawah Batang Terdampak Rob, Luas yang Bisa Ditanami?

BACA JUGA: Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Saat Makan Bakso

Peresmian dilakukan menjelang matahari terbenam. Suasana sandyakala tersebut dipadukan dengan sajian seni budaya berupa sendratari dan kirab Narendra Agung.

Faiz mengatakan, Bukit Srawung mulai menjadi salah satu tempat yang dikunjungi masyarakat, terutama keluarga di Kabupaten Batang.

“Hari ini saya menikmati pemandangan Bukit Srawung KITB dengan sajian sendratari dan kirab Narendra Agung. Dengan terbenamnya matahari ditambah pemandangan laut yang luas, menyejukkan mata kita semua,” kata Faiz dalam rilisnya, Senin 21 September 2026.

Menurut dia, keberadaan Bukit Srawung memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menikmati ruang terbuka sekaligus bertemu dan berinteraksi.

BACA JUGA: Batang Tahan Pangan, Tapi Lahan Rob Belum Selesai

BACA JUGA: Haornas, Seberapa Serius Bupati Faiz Garap Olahraga Batang? Ini Jejak Programnya

“Keberadaan Bukit Srawung dapat menjadi ruang publik yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati suasana alam sekaligus berinteraksi. Bukit Srawung sekarang ini sering menjadi objek wisata baru keluarga yang ada di Kabupaten Batang,” jelasnya.

Bagi kawasan yang terus berkembang sebagai pusat industri, keberadaan ruang publik tersebut memberi fungsi lain di luar aktivitas ekonomi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: