Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Saat Makan Bakso
Pihak Polresta Batang meminta keterangan orang tua gc-ist-
BATANG, diswayjateng.id — Peristiwa yang menimpa GC, bocah perempuan berusia tujuh tahun di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten BATANG, menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak saat makan. Bocah 7 tahun ini meninggal dunia setelah mengalami tersedak ketika makan bakso sambil bermain bersama temannya, Kamis 17 September 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban sempat mendapat pertolongan sebelum dibawa ke Puskesmas Blado I. Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Tio Pratama mengatakan, saat kejadian korban sedang bermain bersama temannya, Kayla, di halaman rumah kawasan Gang Jamban Kidul, RT 03/RW 02, Desa Wonobodro.
Korban diketahui sedang makan bakso yang dibungkus menggunakan plastik ketika bermain bersama temannya.
"Awalnya pada hari Kamis tanggal 17 September 2026 sekira pukul 17.30 WIB, korban sedang bermain dengan temannya Sdri. Kayla di halaman rumah ikut Gang Jamban Kidul RT 03 RW 02 Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang," kata Bintoro saat dikonfirmasi, Senin 21 September 2026.
BACA JUGA: Honda Beat dan Truk Tronton Tabrakan di KITB Batang, Perempuan 24 Tahun Tewas
BACA JUGA: Batang Tahan Pangan, Tapi Lahan Rob Belum Selesai
Situasi kemudian berubah setelah terdengar teriakan yang memberitahukan bahwa GC mengalami tersedak. Orang-orang yang berada di dalam rumah kemudian keluar untuk melihat kondisi korban.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi lemas dan bersandar kepada Nilna. Keluarga yang berada di lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan awal dengan menepuk-nepuk punggung korban.
"Melihat keadaan korban bersandar kepada Nilna sudah dalam keadaan lemas. Kemudian saudaranya mencoba menolong korban dengan menepuk-nepuk punggungnya dan saudaranya memanggil orang tuanya Sdri. Muindahwati," ujar Bintoro.
Teman korban kemudian memanggil orang tua GC, Muindahwati. Korban selanjutnya dibawa ke tempat bidan desa untuk mendapatkan pertolongan.
BACA JUGA: Kado HUT ke-47 SMPN 2 Adiwerna: Banjir Prestasi, Gelar Lomba Meriah hingga Genjot Persiapan TKA
BACA JUGA: Haornas, Seberapa Serius Bupati Faiz Garap Olahraga Batang? Ini Jejak Programnya
Namun, setelah melihat kondisi korban yang sudah lemas, bidan desa menyarankan agar GC segera dibawa ke puskesmas. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Blado I.
"Sesampainya di Puskesmas Blado I korban dinyatakan sudah meninggal dunia," kata Bintoro.
Kekurangan Oksigen
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
