Temuan Daging Sapi Gelonggongan di Pasar Raya Salatiga, Dispangtan : Kadar Air 83,8% – 85,6%
KADAR AIR : Pengukuran kadar air pada daging sapi gelonggongan menggunakan alat khusus. Foto : ist--
SALATIGA, diswayjateng.id - Hasil temuan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga setelah menggelar Inspeksi Mendadak (sidak) di Pasar Raya II / Pasar Pagi Salatiga, daging sapi gelonggongan yang dijual memiliki kadar air antara 83,8% – 85,6%.
Plt Kepala Dispangtan Salatiga Syahdhani Onang Prastowo (Dhani Onang) melalui Sekretaris Dispangtan Kota Salatiga Inna Kartikasari kepada Disway Jateng mengatakan, temuan hasil Sidak pihaknya terdapat tiga pedagang nakal yang masih nekat menjual daging sapi dengan kadar gula diatas ketentuan 80 %.
"Tiga pedagang itu ditemukan selama dua periode berturut-turut mulai Juli dan Agustus 2026," kata Inna, Rabu 16 Agustus 2026.
Ada pun, lanjut dia, tiga pedagang yang kedapatan menjual daging gelonggongan yakni Supriyatno warga Kalitelon, Gladagsari, Boyolali. Pada Periode bulan Juli Supriyatno membawa daging sapi sebanyak 400 kg asal RPH Ampel Boyolali. Hasil pengujian menunjukkan kadar air sebesar 83,8% – 85,6%.
BACA JUGA: Masih Ditemukan Daging Sapi Gelonggongan Dijual di Pasar Pagi Salatiga, Tiga Pedagang Disanksi
BACA JUGA: Cabai Rawit dan Daging Sapi Sentuh Rp100 Ribu, Agustina Sidak Harga Jelang Idul Fitri
Namun, pada periode bulan Agustus Supriyatno kembali membawa daging sapi sebanyak 200 kg asal RPH Ampel Boyolali dengan membawa serta dokumen surat.
"Hasil pengujian saat Sidak periode bulan Agustus 2026 dengan kadar air masih menunjukkan angka 82,1% – 83,5%," ungkap Inna Kartikasari.
Inna kembali menyebutkan, pedagang lain adalah Aspudin warga Sendang, Urut Sewu, Ampel, Kabupaten Boyolali. Saat Sidak periode pertama bulan Juli 2026, membawa daging sapi sebanyak 200 kg asal RPH Ampel Boyolali. Dimana, daging dibawa Aspudin berdasarkan hasil pengujian menunjukkan kadar air sebesar 82,4% – 83,9%.
BACA JUGA: BPBD Ingatkan Warga Salatiga untuk Waspada Bencana Angin Puting Beliung
BACA JUGA: Sempat Ancam Bunuh Korban, Warga Salatiga Dibekuk Usai Jambret Tas Wanita di Kabupaten Semarang
Namun, pada periode ke II bulan Agustus 2026 membawa daging sapi sebanyak 200 kg asal RPH Ampel Boyolali meski pun membawa dokumen surat. Namun, hasil pengujian kadar air menunjukkan angka 80,9%.
Terakhir, pedagang bernama Nur Azis warga Candi, Ampel, Kabupaten Boyolali yang membawa daging sapi sebanyak 228 kg asal RPH Karang Duren. "Hasil pengujian menunjukkan kadar air sebesar 82,0% – 83,0%," ujar Inna.
Dari temuan ke-tiga pedagang itu, Dispangtan Kota menyimpulkan dan indikasi violasi bahwa seluruh sampel daging yang diuji dari para pedagang tersebut pada kedua tanggal pengawasan memiliki kadar air di atas 80% (rentang 80,9% hingga 85,6%).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: