1,6 Hektare Hangus, Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Merapi,
TERBAKAR : Hutan lereng Gunung Merapi yang terbakar sejak Minggu 14 September 2026 mencapai luas 1,6 hektare. Tim gabungan berupaya memadamkan api. Foto : Erna Yunus Basri--
BOYOLALI, diswayjateng.id - Tim gabungan berjibaku memadamkan api yang membakar hutan di lereng Gunung Merapi, sejak Selasa 15 September 2026. Tercatat, kurang lebih 1,6 hektare hangus terbakar.
Hingga Rabu 16 September 2026 siang ini, upaya pendinginan msih terus dilakukan dengan menyasar perengan yang berada di perbatasan Desa Suroteleng dan Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo mengatakan, titik api diketahui berdekatan dengan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) beberapa hari yang lalu.
"Lokasi kebakaran berada di perengan yang berada di perbatasan Desa Suroteleng dan Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Luas area yang terbakar kurang lebih 1,6 hektare," kata Ari Wahyu Prabowo.
BACA JUGA: Guna Memenuhi Kebutuhan Air Bersih, Warga Lereng Gunung Merapi Terpaksa Menjual Hewan Ternak
BACA JUGA: Aktivitas Gunung Merapi Terkini : 16 Kali Gempa Guguran, 14 Gempa Hybrid, 3 Kali Vulkanik
Ari menjelaskan, BPBD Kabupaten Boyolali menerima laporan mengenai kebakaran tersebut sejak Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah menerima laporan, pemantauan langsung dilakukan di lapangan.
Petugas gabungan terdiri dari Taman Nasional Gunung Merapi bersama jajaran TNI-Polri dan relawan, BPBD Kabupaten Boyolali, dibantu masyarakat setempat berupaya keras melakukan pemadaman dan pengendalian titik api.
Wahyu menyebutkan, titik api sempat beberapa kali muncul meski telah dilakukan pemadaman. Tercatat, kembali muncul pada Senin, (14/9/ 2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
BACA JUGA: Status Gunung Merapi Siaga, BPPTKG : Berpotensi Memicu Terjadi Awan Panas Guguran
BACA JUGA: Gunung Merapi Erupsi Semburkan Awan Panas 2.000 Meter, Warga Magelang Diminta Waspada
Melalui upaya bersama tersebut, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, api tidak menjalar ke wilayah lain dan titik yang tersisa hanya berupa bara api.
"Api tidak menjalar dan hanya menyisakan bara api, tetapi sudah terkendali serta tidak meluas ke wilayah sekitar," tandasnya.
BPBD Kabupaten Boyolali kembali melakukan pemantauan pada Rabu 16 September 2026 guna memastikan tidak terdapat titik api baru di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

