Warga Berharap Adanya Jembatan Darurat Kali Klantang untuk Akses Warga

Warga Berharap Adanya Jembatan Darurat Kali Klantang untuk Akses Warga

Jembatan Kali Klantang di ruas jalan Tembana-Peniron, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, mulai direvitalisasi. Warga berharap tersedia jembatan darurat selama proses pembangunan berlangsung.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjateng.id – Warga berharap Pemerintah Kabupaten KEBUMEN segera menyediakan jembatan darurat di Jembatan Kali Klantang yang berada di ruas jalan Tembana-Peniron, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten KEBUMEN.

Harapan tersebut muncul setelah pemerintah daerah mulai melakukan revitalisasi Jembatan Kali Klantang yang sebelumnya rusak dan ambruk akibat diterjang banjir.

Warga menyambut baik adanya perbaikan jembatan tersebut. Namun, proses pembangunan justru membuat akses masyarakat terganggu karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun pendidikan.

Kepala Desa Peniron, Triyono Adi, mengatakan pembangunan jembatan mulai dilakukan sejak Kamis (10/9/2026).

BACA JUGA: Perubahan APBD Batang Rp1,95 triliun Disepakati, Bupati: Kerja Keras Kejar Infrastruktur

BACA JUGA: Aktif Kembali, Perpustakaan Titian Kawruh Jadi Penggerak Budaya Literasi SDN Mangkukusuman 4 Kota Tegal

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan bagi warga karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat. Saat ini, kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Bahkan ketika menggunajan jalan lain yang lebih jauh sering terjadi kecelakaan karena jalan sempit dan melewati tanjakan.

“Karena ini merupakan akses satu-satunya bagi warga, kami sudah berupaya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen agar segera dibangunkan jembatan darurat, minimal yang bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujar Triyono Adi, Rabu (16/9/2026).

Sementara itu, salah seorang warga, Taufik Hidayat, mengatakan tidak adanya jembatan darurat cukup merepotkan masyarakat. Warga harus memutar melalui jalur lain dengan jarak yang lebih jauh.

Selain memerlukan waktu lebih lama, kondisi jalur alternatif juga dinilai cukup berbahaya, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus berangkat sekolah.

BACA JUGA: Ijazah TPQ Tak Dihitung di SPMB, Badko Tegal Desak Kredit Poin 10

BACA JUGA: Warga Simbang Kulon Syok, Buntut Karnaval Pekalongan Viral

“Kami berharap ada jembatan darurat atau jembatan sementara yang setidaknya bisa dilalui kendaraan roda dua. Dengan begitu, anak-anak yang sekolah bisa lebih tenang dan aman,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait