KAI Daop 4 Bongkar Modus Penipuan Tiket Kereta, Limit PayLater Korban Jadi Sasaran
KAI Daop 4 Semarang mengungkap modus penipuan tiket kereta menggunakan PayLater.-Dok. KAI Daop 4 Semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id – Masyarakat diminta lebih waspada terhadap modus penipuan digital yang memanfaatkan fitur PayLater untuk pembelian tiket kereta api. Modus ini tidak menyerang sistem tiket PT Kereta Api Indonesia (Persero), melainkan memanfaatkan manipulasi psikologis korban untuk menggunakan limit pembiayaan miliknya.
KAI Daop 4 Semarang mengungkap, pelaku biasanya membujuk calon korban dengan berbagai alasan. Mulai dari meminta bantuan membelikan tiket, menawarkan komisi, hingga menjanjikan keuntungan secara instan.
Setelah korban bersedia melakukan transaksi menggunakan akun dan limit PayLater miliknya, pelaku kemudian mengambil alih kendali pemesanan tiket untuk melakukan pembatalan atau refund.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan persoalan muncul ketika dana hasil pembatalan tiket justru mengalir kepada pelaku. Sementara kewajiban pembayaran cicilan PayLater tetap berada pada korban.
"Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket (refund). Akibatnya, uang pengembalian dana pembatalan mengalir ke rekening pelaku, sementara korban tetap dibebani kewajiban tagihan cicilan PayLater beserta bunganya," jelas Luqman, Senin (14/9/2026).
BACA JUGA:Lahan Tebu Enam Hektar di Kudus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 210 Juta
BACA JUGA:Aksi Nyata di Tegal: Masjid Darussalam Gandeng Dua Puskesmas Gelar Khitan Massal Gratis
Bukan Sistem KAI yang Diretas
KAI Daop 4 Semarang menegaskan modus tersebut merupakan bentuk social engineering atau rekayasa sosial, bukan akibat adanya celah keamanan pada sistem pemesanan tiket KAI.
Pelaku memanfaatkan kepercayaan, kelengahan, dan fasilitas pembiayaan yang dimiliki korban untuk memperoleh keuntungan.
Luqman memastikan sistem penjualan dan operasional tiket KAI tetap menerapkan standar keamanan dan proses verifikasi.
"Kami menegaskan bahwa infrastruktur transaksi dan sistem tiket KAI sepenuhnya aman. Modus ini murni merupakan rekayasa sosial di luar ekosistem operasional langsung KAI yang memanfaatkan kelalaian serta limit pembiayaan individu," tegasnya.
Karena itu, KAI mengimbau masyarakat melakukan pembelian tiket secara mandiri melalui kanal resmi untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan akun maupun data pribadi.
Jangan Tergiur Tawaran Komisi
KAI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan komisi atau keuntungan dengan meminta bantuan melakukan transaksi menggunakan akun finansial pribadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: