Kebakaran Mengintai, DPRD Batang Dorong Tambahan Pos dan Mobil Damkar
ilustrasi kebutuhan damkar Kabupaten Batang -by Ai-
BATANG, diswayjateng.id – DPRD Kabupaten BATANG mendorong pemerintah kabupaten memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau panjang.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang dari Fraksi Golkar, Danang Aji Saputra, menilai kesiapan armada pemadam kebakaran perlu menjadi perhatian. Kondisi sejumlah kendaraan yang tidak seluruhnya siap operasi dinilai perlu segera ditangani.
“Pemkab juga harus persiapan itu. Terutama di Satpol PP yang membidangi, membawahi bidang Damkar, itu juga harus disiapkan,” kata Danang, Senin 14 September 2026.
Danang menyampaikan hal tersebut setelah rapat koordinasi yang membahas potensi kebakaran hutan dan lahan. Dalam rakor tersebut, menurut dia, disampaikan adanya potensi karhutla yang tinggi akibat kemarau panjang.
BACA JUGA: Kebakaran TPA Randukuning Batang, Titik Api Masih Muncul hingga Tengah Malam
BACA JUGA: Di Batang, Suyono Ajak 50 Gen Z Belajar Politik Lewat Aksi Sosial
Karena itu, ia meminta kondisi seluruh armada pemadam kebakaran dipastikan siap digunakan ketika terjadi kebakaran. Kesiapan kendaraan menjadi penting karena kecepatan penanganan turut menentukan luas area yang terdampak.
“Mobil-mobil Damkar juga harus benar-benar dipastikan dalam kondisi yang bagus, siap untuk penanganan,” ujarnya.
DPRD Usulkan Tambahan Dua Pos Damkar
Selain kesiapan armada, Danang mendorong penambahan titik pos pemadam kebakaran di wilayah Kabupaten Batang.
Saat ini, menurut dia, terdapat tiga titik pos mobil Damkar, yakni Batang Kota, Bandar, dan Limpung. Ia mengusulkan penambahan dua titik baru untuk memperpendek akses menuju lokasi kebakaran.
“Kalau bisa, tambah lagi dua titik barangkali akan lebih mempermudah akses. Karena kan Damkar harus, maksimal kan lima menit sampai ke lokasi,” katanya.
Danang menilai penempatan pos baru perlu mempertimbangkan wilayah yang memiliki potensi kebakaran serta kondisi akses menuju lokasi.
Ia menyebut Bawang sebagai salah satu wilayah yang perlu dipertimbangkan. Menurutnya, akses menuju sejumlah wilayah di daerah tersebut relatif sulit sehingga keberadaan pos Damkar lebih dekat dapat membantu mempercepat penanganan.
“Menurutku yang potensi kebakaran ya daerah atas, Bawang barangkali, kan Bawang kan aksesnya susah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: