King Cobra 3,5 Meter Masuk Rumah Warga Purworejo, Bersembunyi di Atas Kandang

King Cobra 3,5 Meter Masuk Rumah Warga Purworejo, Bersembunyi di Atas Kandang

Petugas dan relawan mengevakuasi seekor king cobra berukuran lebih dari 3,5 meter yang ditemukan di rumah warga Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

PURWOREJO, diswayjateng.id – Kemunculan seekor king cobra berukuran lebih dari 3,5 meter menghebohkan warga Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri, Kabupaten PURWOREJO, Jumat (11/9/2026). Ular berbisa yang diperkirakan memiliki berat sekitar 8 kilogram itu ditemukan berada di atas kandang yang terhubung dengan kamar mandi milik Haryono, warga Krajan 1, RT 01 RW 01, Desa Kaliurip.

Keberadaan ular tersebut kemudian dilaporkan kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Kutoarjo. Laporan diterima petugas sekitar pukul 14.03 WIB.

Relawan Koordinator Exalos Indonesia Regional Purworejo, R. Iman Ciptadi, mengatakan petugas Damkar langsung merespons laporan tersebut dan mendatangi lokasi.

“Damkar Pos Kutoarjo langsung merespons laporan tersebut. Setelah sampai di lokasi, ternyata ular yang ditemukan merupakan king cobra dengan panjang lebih dari 3,5 meter dan diperkirakan memiliki berat sekitar 8 kilogram,” jelas Iman, Sabtu (12/9/2026).

BACA JUGA: Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

BACA JUGA: Petani Lansia Meninggal Tertabrak KA Kaligung di Jalur Ponowareng Batang

Ukuran ular yang besar serta posisinya yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi cukup menantang. Petugas Damkar kemudian meminta bantuan Iman untuk melakukan evakuasi. Dengan menggunakan peralatan yang tersedia, ular tersebut akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 16.15 WIB.

“Posisi dan ukuran ular menjadi tantangan tersendiri karena king cobra merupakan ular berbisa yang berbahaya. Setelah dibantu Damkar, ular berhasil dievakuasi,” ujarnya.

Setelah berhasil diamankan, king cobra tersebut dibawa ke tempat yang lebih aman. Untuk sementara, ular itu dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Bagelen.

King cobra tersebut selanjutnya direncanakan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.

BACA JUGA: Mandra Bikin Pawai Ta’aruf MTQ XXXI Semarang Makin Meriah, Ribuan Peserta Tampilkan Wajah Indonesia

BACA JUGA: 11 Rumah di Wonosobo Ludes Terbakar, Satu Warga Terluka

Kemarau Bikin Ular Keluar Habitat

Iman menuturkan, kemunculan ular berukuran besar di kawasan permukiman dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi musim kemarau yang membuat ular mencari tempat berlindung sekaligus sumber makanan.

Selain faktor cuaca, berkurangnya predator alami seperti biawak juga dinilai dapat memengaruhi perkembangan populasi ular di alam. Dalam satu bulan terakhir, Iman menyebut pihaknya telah tiga kali melakukan evakuasi king cobra berukuran besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait