Warung Depan OW Pemandian Air Panas Tirta Husada Paguyangan Brebes Ludes Terbakar
KEBAKARAN WARUNG – Warung depan OW Tirta Husada Paguyangan ludes terbakar, kerugian ditaksir Rp100 juta-Teguh Supriyanto/Radar Brebes-
BREBES, diswayjateng.id – Kebakaran hebat melanda sebuah warung sekaligus tempat tinggal yang berada di depan kompleks Objek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Tirta Husada, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Minggu (6/9) dini hari.
Api yang muncul sekitar pukul 02.00 WIB dengan cepat melahap seluruh bangunan, menyebabkan pemilik warung, Maaruf (51), mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Maaruf yang saat itu sedang tertidur terbangun karena hawa panas dan bau asap menyengat. Ia kaget melihat kobaran api sudah muncul dari bagian pojok warung tempat lemari pendingin berada.
“Saat terbangun saya melihat api sudah menyala di pojok warung, dimana terdapat lemari pendingin,” ungkapnya.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat, Lima Ruang Kelas SMAN 1 Bantarkawung Dilalap Api
BACA JUGA:Ditinggal Ziarah ke Madura, Rumah di Kauman Batang Ludes Terbakar
Melihat api semakin membesar, Maaruf segera berlari keluar dan berteriak meminta pertolongan warga. Sejumlah warga bersama petugas PAP Tirta Husada mendatangi lokasi, namun kondisi cuaca kering ditambah hembusan angin kencang membuat api cepat membesar dan melahap seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya.
“Tidak sempat menyelamatkan barang-barang, karena api cepat sekali membesar,” kata Maaruf.
Warga kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Paguyangan dan Pos Damkar Bumiayu.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman. Hembusan angin sempat menyulitkan proses, namun akhirnya api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WIB. Proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Koordinator PAP Tirta Husada, Nanang Qosim, membenarkan kebakaran tersebut. Ia menegaskan api tidak sampai merembet ke kawasan objek wisata karena warung berada di depan pintu masuk.
“Meskipun kebakaran cukup besar tapi tidak sampai mengenai objek. Karena lokasinya berada di depan area pintu masuk,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Paguyangan Seger SE menyampaikan, hasil inventarisasi bersama ketua lingkungan dan Pemerintah Desa Kedungoleng menunjukkan kerugian mencapai Rp100 juta.
Ia mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau, terutama saat beraktivitas menggunakan api maupun listrik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



