Cerita Botok AMPB: Video Call Presiden Prabowo dan Pertaruhan RUU Perampasan Aset

Cerita Botok AMPB: Video Call Presiden Prabowo dan Pertaruhan RUU Perampasan Aset

Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang akrab disapa Botok. - diswayjateng/ezra ---

PATI, diswayjateng.id - Di antara aroma gurih hidangan laut yang menyeruak dari Warung Kerang Kaliampo di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Supriyono berkali-kali meluruskan duduknya. Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang akrab disapa Botok itu berupaya mengurai simpul desas-desus mengenai pembicaraannya dengan Presiden Prabowo Subianto serta jajaran pimpinan DPR RI, persis semalam sebelum gelombang aksi demonstrasi menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset pecah di Jakarta pada 27 Agustus lalu.

Di balik riuk persidangan politik di Ibu Kota, langkah diplomasi Botok bermula dari unggahan di media sosial serta posko donasi pada 26 Agustus pagi. Kala itu, ia melempar sinyal terbuka bahwa pergerakan daerah tidak menutup pintu dialog.

Sinyal tersebut ditangkap aparat kepolisian yang malam harinya bergerak memfasilitasi pertemuan antara sepuluh perwakilan massa asal Pati dan Bogor dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR RI, Jakarta.

"Pernyataan saya di media sosial pada tanggal 26 pagi adalah bahwa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu tidak anti-diskusi dan tidak anti-dialog. Jika teman-teman di DPR RI mengajak berdialog, kami siap," ujar Botok mengenang alur negosiasi yang berlanjut pada pengawalan enam personel polisi mengantar mereka menembus malam Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB.

BACA JUGA:  Kandang Kambing Bumdes Pamiritan Tegal Ludes Terbakar, 75 Ekor Ternak Dievakuasi Dramatis

BACA JUGA:  Sumur dan Sungai Kering, Ratusan Warga Suradadi Tegal Berebut Air Bersih

Pertemuan di dalam kompleks parlemen yang berlangsung hingga dini hari itu diwarnai ketegangan substantif. Botok menampik anggapan adanya kesepakatan tertutup atau persekongkolan politis dengan pimpinan DPR RI. Menurut dia, kehadiran delegasi warga justru untuk menekan parlemen agar tidak lagi mengulur waktu terkait pembahasan regulasi yang mangkrak belasan tahun tersebut.

Dalam ruang audiensi itu, pimpinan DPR RI menyodorkan linimasa pembahasan RUU Perampasan Aset yang dijadwalkan bergulir secara berjenjang mulai September hingga Desember, lengkap dengan rencana Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para ahli hukum.

Target final pengesahan rancangan undang-undang tersebut pun dipatok pada 15 Desember. Namun, dinamika di dalam ruangan mendadak berubah ketika sebuah telepon seluler berpindah tangan.

Dasco tiba-tiba melangkah mendekati Botok sembari menyodorkan layar ponsel yang menampilkan sambungan panggilan video dari Presiden Prabowo Subianto. Percakapan singkat bertempo kurang dari satu menit itu menjadi titik krusial dalam interaksi antara kepala negara dan perwakilan massa daerah di H-1 demonstrasi.

BACA JUGA:  Relawan MDMC Terseret Arus Saat Mandi di Sikasur Pemalang, Ditemukan Meninggal

BACA JUGA:  Kirim 76 Atlet, Rembang Hanya Berhasil Raih Satu Perunggu di Popda Jateng 2026

"Pak Dasco tiba-tiba mendatangi saya dan menunjukkan ponselnya, di situ ada Bapak Prabowo. Panggilan video itu berlangsung singkat, tidak sampai satu menit," ungkap Botok.

Dalam percakapan cepat itu, Presiden menanyakan situasi keamanan Pati dan meminta ketertiban di Jakarta tetap dijaga, yang langsung direspons Botok bahwa kedatangan massa dari daerah semata-mata untuk mengawal aspirasi, bukan memicu kerusuhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait