Sedih! Terganjal Anggaran, Atlet Pencak Silat Blora Absen di POPDA Jateng 2026
Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Dinporabudpar Blora. - diswayjateng/ezra ---
BLORA, diswayjateng.id - Kabar kurang sedap datang dari dunia olahraga Kabupaten Blora. Atlet pencak silat tingkat pelajar di daerah tersebut dipastikan absen dan tidak ikut berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026.
Absennya cabor yang selama ini rutin menyumbang kontribusi di ajang tersebut terjadi di tengah efisiensi dan keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.
Kabid Pemuda dan Olahraga Dinporabudpar Blora, Susilo, mengungkapkan bahwa keberangkatan kontingen Blora di POPDA Jateng tahun ini mayoritas dilakukan secara mandiri oleh tiap-tiap cabor. Pemkab hanya mampu memfasilitasi lima cabor unggulan akibat efisiensi dana.
BACA JUGA: Update Kasus Polisi Dikeroyok di Karnaval Blora, Saksi Bertambah Jadi 17 Orang
BACA JUGA: Kota Tegal Bidik Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Angka 90 Persen
"Kemarin atlet yang berangkat banyak difasilitasi oleh cabor secara mandiri. Karena keterbatasan anggaran, jadi kita hanya fokuskan untuk cabor yang berpeluang mendapatkan medali," kata Susilo.
Adapun lima cabor unggulan yang ditanggung Pemkab Blora meliputi dayung, angkat besi, panjat tebing, menembak, dan atletik. Sementara cabor selebihnya hanya menerima suntikan dana yang amat minim.
Kondisi ini berbanding terbalik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat itu, Pemkab Blora masih memiliki alokasi anggaran hingga Rp600 juta untuk menggelar seleksi tingkat kabupaten sampai memberangkatkan atlet ke level provinsi.
Penjelasan Dinporabudpar dan Respon IPSI
Terkait tak tampilnya pesilat Blora, Susilo mengaku sudah berkomunikasi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Blora. Pihaknya sempat menawarkan bantuan administrasi beserta sedikit modal operasional, namun IPSI Blora memutuskan untuk tidak mengutus atletnya.
"Sudah kita tawarkan bantuan administrasi dan ada support sedikit dari Pemkab, karena keterbatasan tadi. Namun pihak IPSI menyatakan tidak ikut dalam POPDA tahun ini," tutur Susilo.
Di sisi lain, pengurus Bidang Organisasi IPSI Blora, Rengga Wahana, mengaku tak tahu menahu soal alasan pasti tidak dikirimkannya atlet pesilat pelajar tersebut. Ia menyebut keputusan sepenuhnya ada di tangan Ketua IPSI Blora, meski ia sangat menyayangkan keputusan itu.
"Kalau keputusan itu menjadi otoritas ketua IPSI Blora. Namun bila melihat antusias pelajar di Blora terhadap budaya pencak silat sangat tinggi, ini sangat disayangkan. Absennya pencak silat dari Blora semoga tidak terulang pada event lainnya," jelas Rengga.
Porprov Dipastikan Ikut
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




