Akibat Siswa dan Guru Diare Massal, SPPG Soditan Evaluasi Total SOP Dapur MBG

Akibat Siswa dan Guru Diare Massal, SPPG Soditan  Evaluasi Total SOP Dapur MBG

Pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Soditan Lasem, mendampingi para siswa yang dirawat di puskesmas lasem. - dok.istimewa ---

Rembang, diswayjateng.id - Pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Soditan Lasem buka suara terkait kasus diare massal yang menyerang 750 murid dan guru SMAN 1 Lasem. Pihak pengelola berjanji akan menanggung seluruh biaya medis para korban.

Person in Charge (PIC) Mitra Dapur SPPG Soditan Lasem, Widyastuti menyatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk mendampingi para siswa dan guru yang dilarikan ke puskesmas. Sejumlah logistik untuk pemulihan juga disalurkan ke para korban.

"Kami juga sudah langsung gerak cepat mendampingi siswa dan guru yang berada di puskesmas dengan memberikan minuman Pocari, air putih dan buah-buahan," kata Widyastuti dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

BACA JUGA:  DPRD Rembang Janji Bongkar Jatah Proyek SD, Tak Tebang Pilih Meski Kena Anggota Sendiri

BACA JUGA:  SDN Slerok 7 Tegal Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Tanamkan Akhlak Rasulullah sejak Dini

Widyastuti memastikan, seluruh pasien yang harus mendapatkan penanganan medis tidak perlu memikirkan biaya perawatan. Pihaknya bersama mitra dapur sepakat untuk menanggung biaya pengobatan secara penuh.

"Kami juga bersepakat untuk menanggung semua biaya yang timbul akibat masalah ini, untuk meringankan beban dari pasien," tegas Widyastuti.

Bakal Evaluasi Total SOP Masak dan Distribusi

Sementara itu, perwakilan manajemen SPPG Soditan Lasem, Sholeh menyebut insiden dugaan keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi total secara internal.

Sholeh memastikan akan ada perbaikan Prosedur Standar Operasional (SOP) secara menyeluruh. Evaluasi tersebut bakal menyasar dari hulu ke hilir proses penyediaan makanan untuk siswa.

"Evaluasi akan mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan dan memasak, hingga distribusi makanan dari dapur SPPG menuju sekolah," terang Sholeh.

"Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan," sambungnya.

Di sisi lain, Widyastuti menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan musibah yang menimpa warga sekolah SMAN 1 Lasem tersebut.

"Sekali lagi kami minta maaf atas permasalahan ini. Semoga bisa segera sembuh dan bisa sehat, agar bisa beraktivitas seperti sediakala," tutur Widyastuti.

BACA JUGA:  Buntut Diare Massal SMAN 1 Lasem, SPPG Soditan Minta Maaf dan Tanggung Seluruh Biaya Rumah Sakit

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait