Cegah Risiko Sejak Dini, Pemkab Tegal Genjot Pembentukan Kampung Siaga Bencana

Cegah Risiko Sejak Dini, Pemkab Tegal Genjot Pembentukan Kampung Siaga Bencana

SOSIALISASI - Peleksana tugas Kabid Linjamsos dan Kebencanaan bersama pekerja sosial berikan sosialisasi Kampung Siaga Bencana.--

SLAWI, diswayjateng.id – Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana dari tingkat akar rumput. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), langkah mitigasi ini diwujudkan lewat sosialisasi dan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Tri Guntoro melalui Plt Kabid Linjamsos dan Kebencanaan, Makmur, yang didampingi Pekerja Sosial Wibowo SST, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi kali ini menyasar warga Desa Kemuning, Kecamatan Kramat.

"Mendasari Peraturan Menteri Sosial Nomor 128 Tahun 2011, Kampung Siaga Bencana merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana," ujar Makmur, Selasa (1/9).

Sosialisasi yang digelar di Desa Kemuning ini diikuti oleh sekitar 25 warga setempat. Menurut Makmur, pembentukan KSB bertujuan utama memberikan pemahaman serta kesadaran kepada masyarakat mengenai potensi bahaya dan risiko bencana di lingkungan sekitar.

BACA JUGA:“Kasih Aba-Aba 2.0” Makin Viral! Sound Shopee 9.9 x Naykilla dan Tenxi Banjir Kreasi

BACA JUGA:Rotasi di Polres Tegal Kota, Kapolres Ingatkan Pejabat Baru Jaga Kehormatan dan Kepercayaan!

Selain itu, KSB juga dirancang untuk membentuk jejaring siaga bencana mandiri di tengah warga sekaligus memperkuat interaksi sosial antaranggota masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci dalam mengoptimalkan kegiatan kesiapsiagaan, mitigasi, dan pengurangan risiko bencana.

"Kegiatan ini sebagai salah satu kerangka peningkatan peran serta masyarakat terhadap penanggulangan bencana. Tujuannya menyebarluaskan informasi tentang upaya perlindungan warga dari ancaman dan risiko bencana," ungkapnya.

Pihaknya berharap program ini tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga memperkuat solidaritas antartetangga. Dengan begitu, potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat dapat dioptimalkan secara maksimal saat menghadapi situasi darurat.

Sebagai catatan, pencegahan bencana dilakukan melalui berbagai kegiatan untuk menghilangkan atau mengurangi ancaman. Sementara itu, mitigasi ditempuh lewat pembangunan fisik maupun upaya penyadaran dan peningkatan kapasitas mental warga agar lebih tangguh dalam menghadapi bencana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait