RSUD Dr. Soeselo Kabupaten Tegal Bidik Status Utama
STATUS RSUD - Direktur RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, dr. Guntur M Taqwin, saat menjelaskan soal status rumah sakit kepada sejumlah awak media, Senin (31/8).--
SLAWI, diswayjateng.id – RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal tak ingin berhenti pada capaian yang sudah diraih. Rumah sakit milik Pemkab Tegal itu mulai membidik target lebih tinggi: meningkatkan kompetensi rumah sakit dari tingkat Madya menjadi Utama.
Namun, target tersebut bukan perkara membalik telapak tangan. Butuh waktu, investasi besar, sarana prasarana memadai hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).
Direktur RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, dr. Guntur M Taqwin, mengatakan target peningkatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya usai kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) di Auditorium dr. Hj. Pradijati RSUD dr. Soeselo, Senin (31/8/2026).
BACA JUGA:Proyek Revit SD di Rembang Berantakan, Sekda Pasrah: Serahkan Proyek ke Yang Maha Kuasa
BACA JUGA:Tanpa Sekat, Operator Call Center 112 Pemkab Tegal Dibekali Bahasa Isyarat
Menurut Guntur, FKP bukan sekadar agenda formalitas. Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi rumah sakit untuk mendengar langsung suara dari berbagai elemen, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (ormas), stakeholder hingga kalangan akademisi.
“Dalam forum ini kami menampung berbagai saran, masukan dan kritikan dari stakeholder, OPD, LSM, ormas dan akademisi terkait dengan layanan atau kegiatan di RSUD,” kata Guntur.
Dia menegaskan, seluruh masukan yang muncul dalam forum akan menjadi bahan evaluasi manajemen rumah sakit.
“Kritikan dan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar ke depan tentunya bisa menjadi lebih baik,” tegasnya.
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Solo, Dua Tersangka Ditahan Kejari Surakarta
Guntur menyebut, saat ini RSUD dr. Soeselo berada pada tingkat kompetensi Madya. Sejumlah layanan yang dimiliki telah memenuhi standar pada level tersebut.
Namun, untuk naik kelas menjadi rumah sakit dengan kompetensi Utama, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan masih cukup banyak. Terutama menyangkut sarana dan prasarana serta kesiapan SDM.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

