BREAKINGNEWS: Dua Anak Tewas Tertimpa Reruntuhan Gedung Hogwan Bumiayu
GEDUNG HOGWAN RUNTUH – Dua anak kakak beradik tewas tertimpa puing bangunan tua di Bumiayu, Brebes. -Teguh Supriyanto/Radar Brebes-
BREBES, diswayjateng.id – Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, runtuh pada Minggu (30/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan menimpa tiga rumah warga dan menyebabkan dua anak, KNJ (Nara) 4 tahun dan KYA (Arfa) 8 tahun, meninggal dunia.
Kedua korban merupakan kakak beradik, anak dari Feti. Saat gedung runtuh, keduanya sedang tertidur di dalam rumah yang berada tepat di depan bangunan tua tersebut.
Sekretaris Desa Dukuhturi, Andi Kuswoyo, mengatakan, bagian depan Gedung Hogwan tiba-tiba runtuh hingga material bangunan menimpa tiga rumah warga.
"Puing bangunan langsung menimpa tiga rumah, dimana salah satunya terdapat korban yang sedang tertidur," ungkap Andi.
BACA JUGA:Plafon Kelas SDN Jatingaleh 01 Runtuh, Lima Siswa dan Satu Guru Terluka
BACA JUGA:Wahyudi Tertimpa Reruntuhan SDN Proyonanggan 3 Batang Saat Sedang Masak
Andi mengatakan, kedua korban ditemukan di antara puing reruntuhan dalam kondisi meninggal dunia. Warga yang mendengar suara runtuhan langsung berdatangan dan membantu proses pencarian.
Informasi dari warga sekitar menyebutkan, saat kejadian ayah korban, Sariman, sedang mandi. Sementara ibu mereka, Feti, sedang pergi ke pasar.
Warga bersama tim gabungan kemudian menyingkirkan material bangunan menggunakan peralatan seadanya untuk mengevakuasi korban. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap karena sebagian material masih menutup rumah.
Koordinator Penanganan Bencana BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, membenarkan kedua korban masih anak-anak.
“Keduanya masih anak-anak. Saat kejadian sedang tertidur di dalam rumah yang tertimpa material Gedung Hogwan,” kata Budi di lokasi kejadian, Minggu.
Selain rumah keluarga korban, reruntuhan juga menimpa rumah warga lainnya milik Marto dan Imam. Ketiga rumah mengalami kerusakan parah.
Warga kemudian berdatangan ke lokasi. Polisi memasang garis polisi dan mengamankan area untuk mencegah warga mendekati reruntuhan yang masih berbahaya.
Gedung Hogwan merupakan bangunan tua yang disebut sebagai bekas pabrik tepung tapioka pada zaman Belanda. Bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai tempat latihan bulu tangkis sebelum akhirnya runtuh dan menimpa rumah warga pada Minggu pagi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




