Jokowi Ajak Masyarakat Gencar Tanam Pohon Hadapi Perubahan Iklim dan Ancaman Bencana
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyapa dan bertemu warga saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Falah, Desa Sumberadi, Kebumen, Sabtu (29/8/2026).-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
KEBUMEN, diswayjatneg.id – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk lebih giat menanam pohon. Hal itu sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan, sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Ajakan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Falah, Desa Sumberadi, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026) siang.
Kedatangan Jokowi disambut ribuan jamaah Thoriqoh Syadziliyyah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan lantunan sholawat Nabi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan masyarakat bahwa perubahan iklim telah berdampak terhadap meningkatnya intensitas bencana di berbagai wilayah, tidak hanya di Indonesia tetapi juga sejumlah negara lain. Menurut Jokowi, perubahan iklim membuat pola hujan semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang.
“Hujan tidak jelas waktunya sehingga yang terjadi banjir bandang,” kata Jokowi.
BACA JUGA: Temui Jokowi di Solo, Lima Senator DPD RI Soroti Ketimpangan Pembangunan Daerah
BACA JUGA: Relawan MGN Siap Kawal Sidang Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
Jokowi mencontohkan sejumlah bencana banjir bandang yang terjadi di berbagai wilayah dunia. Ia menyebut Aceh dan Sumatera Utara, serta sejumlah negara seperti India, Hawaii dan Nepal.
“Ini problem dunia yang sampai saat ini belum ada solusinya,” ujarnya.
Di tengah persoalan tersebut, Jokowi mengajak masyarakat Indonesia mengambil langkah sederhana yang bisa dilakukan secara bersama-sama, yakni memperbanyak penanaman pohon. Menurutnya, menanam pohon relatif mudah dilakukan karena berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik di Indonesia.
“Oleh sebab itu saya mengajak bapak ibu semuanya, kita ini kan di Indonesia ini makmur nandur wit, menanam pohon itu kan mudah, tumbuhnya gampang,” katanya.
BACA JUGA: Berangkat dari Solo, Jokowi Jalani Safari Tiga Hari di NTT Hadiri Rakorda PSI dan Agenda Masyarakat
BACA JUGA: Presiden ke-7 RI Jokowi Siap Buka Ijazah SD hingga S1 di Pengadilan
Jokowi mendorong masyarakat untuk menanam pohon secara rutin, meskipun hanya satu atau dua pohon. Jika dilakukan oleh banyak orang secara bersama-sama, jumlah pohon yang ditanam akan semakin banyak.
“Nanamlah satu, dua, satu, dua, tiga, empat. Satu orang, biar jumlah pohon itu lebih banyak,” tuturnya.
Ia menilai keberadaan pohon memiliki manfaat penting bagi lingkungan, mulai dari membantu memperbaiki kualitas udara hingga mengurangi panas.
“Sehingga apa, udara kita jadi lebih bagus, oksigennya dan tidak panas,” kata Jokowi.
BACA JUGA: Jokowi Dijadwalkan Kembali Turun ke Daerah, NTT Jadi Tujuan Safari Politik PSI
BACA JUGA: PSI Kebumen Turun ke Sedekah Laut Lembupurwo, Dipa Yuwono: Budaya Adalah Kekuatan Daerah
Jokowi juga mengingatkan agar penebangan pohon tidak lebih banyak dibandingkan dengan penanaman kembali. Menurutnya, keseimbangan antara pohon yang ditebang dan pohon yang ditanam menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Jangan kebalikannya, jangan negori motong, nandur lebih banyak dari motong. Yang benar itu,” tegasnya.
Ajakan tersebut disampaikan Jokowi sebagai pengingat kepada masyarakat agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang dapat dilakukan dari lingkungan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




