Gubernur Malut Sherly Ajak Kolaborasi Antarkota Pusaka Bermanfaat, termasuk Salatiga
Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos. Foto : Ist--
SALATIGA, diswayjateng.id - Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos mengajak daerah-daerah masuk dalam antarkota pusaka menggunakan sejarah memiliki manfaat dan nilai ekonomi.
Hal ini disampaikan Sherly Tjoanda Laos ditengah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Ternate, Malut. Salah satu anggota JKPI adalah Kota Salatiga.
Sherly menyampaikan, pelestarian pusaka tidak sebatas menjaga bangunan atau benda bersejarah.
"Tetapi juga memastikan nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," ungkapnya.
Pada intinya, lanjut dia, bagaimana anggota JKPI bisa menggunakan dan manfaatkan sejarah, pusaka, budaya, warisan yang telah diberikan pendahulu dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan nilai ekonomi, nilai hidup, pedoman hidup untuk kita sekarang dan generasi kita ke depan.
BACA JUGA: Daihatsu Ayla Vs Mitsubishi L300 Tabrakan di Simpang EMpat Klampeyan Salatiga
Sementara itu, Ketua Presidium JKPI sekaligus Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M., dalam
Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 Jumat 29 Agustus 2026 lalu menyampaikan sejumlah agenda strategis yang dibahas dalam Rakernas XII JKPI.
DIa menyebutkan, agenda tersebut meliputi penguatan kolaborasi antarkota dan antarkabupaten pusaka, pembangunan resiliensi cagar budaya dan kawasan pusaka, serta pengembangan ekonomi budaya yang berkelanjutan.
"Rakernas XII JKPI ini diharapkan menghasilkan langkah prioritas, antara lain membangun sistem pendampingan dan pertukaran pengetahuan," ujar Wawan.
Termasuk, menyusun standar mitigasi dan kesiapsiagaan bencana bagi cagar budaya dan kawasan pusaka, memperkuat pengajuan warisan budaya Indonesia menuju pengakuan nasional dan internasional. Serta, mendorong pembentukan City Gallery sebagai ruang pengetahuan, mengembangkan program bersama, serta memperkuat akses pembiayaan kebudayaan.
BACA JUGA: Berawal dari Kos di Mangusari, Pengedar 2.370 Pil Yarindu Dibekuk Satresnarkoba Polres Salatiga
BACA JUGA: Razia Pajak 'Hidup atau Mati', Tim Gabungan Cegat Kendaraan di Bundaran Tamansari Salatiga
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat kolaborasi antarkota pusaka di Rakernas XII JKPI menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah.
Rakernas XII JKPI juga dapat menyatukan gagasan, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah bersama dalam pelestarian dan pengembangan kota pusaka di Indonesia.
"Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antardaerah agar warisan sejarah dan budaya dapat terus hidup serta memberikan manfaat bagi masyarakat," imbuhnya.
Keikutsertaan Wali Kota Salatiga dalam Rakernas XII JKPI menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Salatiga untuk terus mendorong pelestarian pusaka yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan warisan masa lalu, tetapi juga pada pemanfaatannya sebagai kekuatan identitas daerah, sumber pengetahuan, dan bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




