Modal Nekat! Tak Ada Pelatihan, Petugas Damkar Kabupaten Tegal Hadapi 242 Gangguan Hewan
EVAKUASI - Petugas Damkar Kabupaten Tegal saat mengevakuasi biawak yang masuk ke dalam sumur warga-DOK. DISWAY.ID-
SLAWI, diswayjateng.id – Bukan hanya api yang menjadi musuh petugas pemadam kebakaran (damkar). Di Kabupaten Tegal, para petugas damkar juga kerap harus berhadapan dengan hewan liar hingga persoalan rumah tangga yang terkadang bikin geleng-geleng kepala.
Biawak, monyet, ular, kucing, tawon hingga lebah pernah menjadi “lawan” petugas damkar saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, pintu rumah yang terkunci, pintu mobil yang tidak bisa dibuka, hingga cincin yang tak kunjung lepas dari jari pun pernah membuat warga memilih menghubungi damkar.
Ironisnya, di balik berbagai tugas tersebut, para petugas damkar ternyata tidak dibekali pelatihan khusus untuk menangani hewan buas. Mereka turun ke lapangan dengan modal keberanian dan pengalaman seadanya.
“Memang banyak yang unik, tapi kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco saat Forum Konsultasi Publik (FKP) Satpol PP Kabupaten Tegal di Aula Satpol PP Kabupaten Tegal, Kamis (27/8).
BACA JUGA:Rumah di Dermasuci Dilalap Api, Akses Curam Bikin Damkar Tegal Kesulitan
BACA JUGA:Lahan Tebu di Lebaksiu Tegal Kebakaran, Polisi, Damkar dan Masyarakat Lakukan Pemadaman
Agus mengakui, laporan yang masuk ke damkar memang tidak selalu berkaitan dengan kebakaran. Banyak warga meminta pertolongan untuk persoalan yang dianggap sulit ditangani sendiri. Meski demikian, setiap laporan tetap direspons petugas dengan cepat. “Kita selalu memberikan respons cepat kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Agus, pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas damkar. Namun, ia meminta masyarakat tidak buru-buru menghubungi petugas untuk persoalan yang sebenarnya masih bisa ditangani secara mandiri.
“Kami mengimbau, ketika permasalahan itu masih bisa ditangani oleh warga di lingkungan, sebaiknya ditangani dulu bersama orang-orang terdekat. Ketika warga tidak bisa, silakan hubungi damkar,” ujarnya.
Data Satpol PP Kabupaten Tegal menunjukkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, petugas damkar telah melakukan 242 penanganan evakuasi hewan maupun kejadian nonkebakaran lainnya.
Kasusnya pun beragam. Mulai dari kucing yang masuk sumur, ular kecil masuk rumah, hingga cincin yang tidak bisa dilepas dari jari tangan. Bahkan, kunci rumah yang bermasalah pun pernah membuat warga meminta bantuan petugas damkar.
Namun, angka 242 kasus itu menyimpan persoalan lain. Jumlah personel damkar di Kabupaten Tegal masih terbatas. Saat ini hanya terdapat 44 petugas, dengan sekitar 40 orang di antaranya bertugas di lapangan dan sisanya menjalankan tugas di kantor.
Di tengah keterbatasan personel tersebut, mereka juga harus menghadapi risiko saat menangani hewan liar.
Agus bahkan terang-terangan menyebut kondisi tersebut cukup memprihatinkan. Sebab, petugas belum pernah mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani hewan buas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




