Fraksi PKS Soroti Tegal Night Carnival 2026 Didominasi Unsur Luar Daerah

Fraksi PKS Soroti Tegal Night Carnival 2026 Didominasi Unsur Luar Daerah

PANDANGAN AKHIR – Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman menyerahkan dokumen Pandangan Akhir Fraksi PKS.--

TEGAL, diswayjateng.id - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal menyoroti dominasi unsur luar Tegal dalam ruang pertunjukan utama Tegal Night Carnival (TNC) 2026. Kritik tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PKS, Zaenal Nurohman, dalam Pandangan Akhir Rapat Paripurna Persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) di Gedung Parlemen Kota Tegal.

 

Zaenal mengatakan, Fraksi PKS mengapresiasi dimasukkannya muatan kearifan lokal dalam Raperda seperti nilai guyub rukun, gotong royong, tradisi masyarakat pesisir, bahasa dan budaya lokal Tegalan, etos kerja, serta musyawarah.  Namun, Fraksi PKS mengingatkan agar muatan kearifan lokal tersebut tidak sekadar menjadi teks di atas kertas. Implementasi nilai budaya lokal, harus terlihat nyata dalam berbagai kebijakan dan kegiatan Pemerintah Kota Tegal.

 

Termasuk, penyelenggaraan event kebudayaan. Dalam kesempatan tersebut, Fraksi PKS secara khusus menyoroti pelaksanaan TNC 2026 yang baru saja digelar. Zaenal menyebut kritik tersebut sebagai masukan konstruktif kepada Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. Dia menyinggung pernyataan Wali Kota sebelumnya yang menyebut TNC sebagai ruang ekspresi kreativitas dan kebanggaan daerah.

 

Namun, menurut Fraksi PKS, penyelenggaraan kegiatan tersebut masih menyisakan persoalan terkait kuat atau tidaknya identitas budaya lokal yang ditampilkan.

 

BACA JUGA:Peringati HUT ke-81 RI, SD Negeri Pekauman 1 Bangun Sportifitas Lewat Beragam Lomba

BACA JUGA:Berdiri Tanpa Izin, Jaringan Telekomunikasi di Kota Tegal Ditertibkan

 

“Yang disayangkan dalam kegiatan tersebut, identitas budaya lokal sempat dinilai kurang tampil kuat akibat dominasi unsur luar Tegal di ruang pertunjukan utama,” kata Zaenal yang menyampaikan Pandangan Akhir Fraksi PKS di atas podium.

 

Fraksi PKS menilai seniman lokal, budayawan, serta kesenian khas Tegal semestinya memperoleh ruang utama dalam kegiatan yang membawa nama dan identitas daerah. Mereka harus ditempatkan sebagai tuan rumah di tanah sendiri, bukan sekadar penonton. 

 

Karena itu, Fraksi PKS mendorong agar penyelenggaraan berbagai event kebudayaan daerah ke depan benar-benar terintegrasi dengan substansi Raperda yang telah disepakati menjadi Perda.

 

Zaenal menambahkan, konsistensi diperlukan agar semangat pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal tidak berhenti pada rumusan regulasi. Namun, dapat diwujudkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

 

Fraksi PKS berharap regulasi yang telah disepakati menjadi pijakan memperkuat karakter, dengan tetap membuka ruang kreativitas dan perkembangan budaya tanpa mengesampingkan identitas serta potensi masyarakat lokal. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait