Atraksi Api Seni Abid Sinar Abadi Meriahkan Puncak Hari Jadi Desa Grenggeng ke-102

Atraksi Api Seni Abid Sinar Abadi Meriahkan Puncak Hari Jadi Desa Grenggeng ke-102

Atraksi Seni Abid Sinar Abadi dengan menggunakan obor api memeriahkan puncak Hari Jadi Desa Grenggeng ke-102 di Lapangan Lembahpereng, Jumat (28/8/2026) malam.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjatneg.id – Puncak peringatan Hari Jadi Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berlangsung meriah, Jumat (28/8/2026) malam. Ratusan warga memadati Lapangan Lembahpereng untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya masyarakat setempat, salah satu pertunjukan yang paling menarik perhatian adalah Seni Abid Sinar Abadi.

Seni Abid Sinar Abadi adalah kesenian tradisional berupa atraksi permainan api yang masih dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Grenggeng.

Dalam pertunjukan tersebut, para pemain menggunakan obor bambu panjang dengan api yang menyala di kedua ujungnya. Obor kemudian diputar dengan lincah layaknya seorang mayoret, sehingga menghasilkan perpaduan antara ketangkasan, gerakan tubuh, dan cahaya api yang atraktif.

Tak hanya memainkan obor, para pemain juga menunjukkan sejumlah atraksi lain yang menantang, seperti lompat harimau, lompat tali, serta berbagai gerakan menggunakan api.

BACA JUGA: Anak-anak Desa Grenggeng Semangat Berlatih Abid Jelang Hari Jadi Desa dan HUT Kemerdekaan

BACA JUGA: Budaya Pati Bakal Masuk Sekolah , Generasi Muda Wajib Kenal Wayang, Ketoprak dan Seni Tradisional

Menariknya, pertunjukan Seni Abid Sinar Abadi kali ini melibatkan generasi muda Desa Grenggeng. Sebanyak 102 pemain dari berbagai kelompok usia ikut ambil bagian, mulai dari anak-anak sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga orang dewasa.

Kepala Desa Grenggeng, Eri Listiawan, mengatakan Seni Abid merupakan kesenian warisan leluhur yang terus dijaga keberadaannya oleh masyarakat desa.

Menurutnya, kesenian tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi dan biasanya ditampilkan dalam berbagai momentum penting, baik peringatan hari besar Islam maupun hari besar nasional.

“Selain Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, juga Hari Jadi Desa yang ke-102 tahun. Dalam memeriahkan ini kita melibatkan seluruh masyarakat. Kita juga menampilkan kesenian Abid yang memang sudah ada di Desa Grenggeng,” kata Eri.

BACA JUGA: Cara Seru Mahasiswa KKN UMUS Brebes Kenalkan Batik ke Siswa SD Lewat Seni Kolase

BACA JUGA: Tradisi Walimahan Maulid Nabi di Ketaon, Warga Girijoyo Sajikan Ingkung dan Jajanan Tradisional

Ia menjelaskan, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan Seni Abid agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.

“Total ada 102 pemain, dari anak-anak SD, SMP, SMA dan dewasa yang memang setiap tahun sudah mengikuti. Seni Abid memang sering ditampilkan di acara tahunan PHBI, malam satu Suro, kemudian PHBN seperti hari kemerdekaan RI ataupun Hari Jadi Desa,” jelasnya.

Antusiasme warga terlihat sejak pertunjukan dimulai. Ratusan penonton menyaksikan dari sekitar lapangan ketika para pemain mempertontonkan atraksi api dengan gerakan yang dilakukan secara bergantian dan terkoordinasi.

Bagi masyarakat Desa Grenggeng, Seni Abid bukan sekadar hiburan. Kesenian tersebut menjadi bagian dari tradisi sekaligus sarana untuk mengenalkan warisan budaya lokal kepada generasi penerus.

BACA JUGA: Tradisi Saparan di Lereng Gunung Merbabu Boyolali, Warga Doa Bersama Memohon Turun Hujan

BACA JUGA: Tradisi Gogoh Ikan di Irigasi Silekor Purworejo Diserbu Ratusan Warga, Tangkap Sidat hingga Lele

Selain Seni Abid Sinar Abadi, puncak Hari Jadi Desa Grenggeng juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan lainnya. Di antaranya penampilan tari Gugur Gunung, pemotongan tumpeng, acara perpisahan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), serta penampilan paduan suara atau koor dari PKK Desa Grenggeng.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum kebersamaan warga dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Desa Grenggeng ke-102.

Eri berharap semangat kebersamaan dan pelestarian budaya terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Kalau Indonesia secara nasional berdaulat dan adil, kita di desa ingin subur dan makmur,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait