27 TBM di Kota Tegal Batal Terima Bantuan Buku, Imbas Efisiensi Perpusnas

27 TBM di Kota Tegal Batal Terima Bantuan Buku, Imbas Efisiensi Perpusnas

MEMBACA BUKU - Sejumlah pemustaka tengah beraktivitas di Perpustakaan Daerah Mr Besar Martokoesoemo Kota Tegal. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah mengkonfirmasi Hibah Bantuan Buku Bermutu tahun ini tidak terlaksana.--

TEGAL, diswayjateng.id - Sebanyak 27 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tengah dipersiapkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Tegal batal untuk menerima Hibah Bantuan Buku Bermutu dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia pada 2026.

Bantuan yang sebelumnya direncanakan untuk memperluas akses buku di tengah masyarakat itu tidak dapat direalisasikan karena efisiensi anggaran Perpusnas.

“Bantuan tersebut tidak bisa dilaksanakan karena refocusing (Efisiensi, Red) anggaran Perpusnas,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Andri Yudi Setiawan melalui Pustakawan Ahli Muda Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Otih Munhareti saat ditemui Harian Pagi Radar Tegal di Gedung Perpustakaan Daerah Mr Bersar Martokoesomo, Jalan KH Ahmad Dahlan, awal pekan ini.

Otih menegaskan, 27 TBM tersebut disiapkan untuk menjadi bagian dari Forum TBM yang akan dibentuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.

BACA JUGA:Diduga Akibat Anak Main Api, Galangan Kapal Kayu di Rembang Hangus Terbakar

BACA JUGA:Kebakaran Rumah di Banyumanik, Dua Balita dan ART Alami Luka Bakar

Kendati demikian, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah telah menerima surat dari Perpusnas untuk rencana Hibah Bantuan Buku Bermutu 2027. Selain TBM, perpustakaan rumah ibadah juga digadang-gadang sebagai calon penerima bantuan.

“Saat ini kami sedang melakukan pendataan,” ujar Otih.

Otih menjelaskan, sepanjang 2024-2025, Hibah Bantuan Buku Bermutu secara bertahap telah disalurkan hingga seluruh kelurahan di Kota Tegal mendapat bantuan.

Masing-masing kelurahan memperoleh 1.000 buku dan satu rak, sehingga total mencapai 27.000 buku dan 27 rak. Selain kelurahan, pada 2025 bantuan juga diberikan kepada enam TBM. Masing-masing memperoleh 1.000 buku dan satu rak.

Bantuan serupa diberikan kepada satu perpustakaan gereja dan empat masjid, masing-masing berupa 1.000 buku dan satu rak. Selain itu, menyasar tiga puskesmas.

BACA JUGA:Karangsambung Kebumen Disiapkan Jadi Lokasi Agenda IUGS-UNESCO, Delegasi 60 Negara Bakal Hadir

BACA JUGA:Demi Silalahi, Christina Diadili Hakim PN Batang di Balai Desa Klidang Lor

Masing-masing puskesmas memperoleh 100 buku dan satu rak. Di tengah batalnya hibah dari Perpusnas, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah telah mengalokasikan anggaran pengadaan buku melalui APBD 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan sebanyak 379 eksemplar buku.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait