Dandim Cup 2026 Digelar, Jadi Ajang Cari Bibit Basket dan Bangun Ekosistem Olahraga di Blora ‎

Dandim Cup 2026 Digelar, Jadi Ajang Cari Bibit Basket dan Bangun Ekosistem Olahraga di Blora  ‎

Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora menggelar Dandim Cup Turnamen Basket 2026. - dok.istimewa ---

BLORA, diswayjateng.id — Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/BLORA menggelar Dandim Cup Turnamen Basket 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan SMA Katolik BLORA yang tengah memperingati hari jadinya.

‎Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto mengatakan, turnamen tersebut tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi wadah untuk menemukan talenta-talenta muda potensial di bidang basket, khususnya di Kabupaten Blora.

‎Menurutnya, olahraga basket di Blora membutuhkan lebih banyak kompetisi sebagai ruang bagi para atlet muda untuk berkembang.

BACA JUGA:  Isu Intervensi Anak Pejabat & Parpol di Proyek Sekolah Rembang, Kepala Dindikpora Buka Suara!

BACA JUGA:  Kenalkan Kuliner Khas di Festival Jateng, Pemkab Rembang Bidik Promosi Kuliner ke Mancanegara

‎“Ini mungkin baru pertama Dandim Cup di basket. Kita mencari talenta-talenta baru di dunia basket, khususnya di Blora. Memang sudah tidak banyak orang yang mengadakan kompetisi basket,” ujar Yudi.

‎Ia menjelaskan, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 0721/Blora dan SMA Katolik Blora. Selain memperingati HUT TNI, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan hari jadi SMA Katolik Blora.

‎“Basket memang dominan dimainkan di SMA Katolik, sehingga kita berkolaborasi sama-sama mencari bibit-bibit yang ada di sini,” katanya.

‎Ketua Panitia Dandim Cup 2026, Duta Angkasa, mengatakan jumlah peserta secara keseluruhan cukup banyak dan turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengembangkan olahraga basket di Blora.

‎Dalam pelaksanaannya, turnamen basket tersebut diikuti sejumlah tim dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk kategori SMA terdapat 12 tim putra dan enam tim putri, sedangkan kategori SMP diikuti enam tim.

‎Sementara untuk jenjang SD, terdapat enam tim. Namun, kategori SD masih dikemas dalam bentuk fun game dan exhibition dengan aturan permainan yang lebih sederhana, seperti menggunakan konsep under ring.

‎Selain peserta dari Blora, turnamen tersebut juga diikuti tim dari luar daerah. Tercatat terdapat peserta dari Kabupaten Bojonegoro yang turut ambil bagian dalam kompetisi.

‎Duta menegaskan, turnamen ini belum diarahkan untuk menjadi ajang seleksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Fokus utama penyelenggara adalah membangun ekosistem basket di Blora.

‎“Belum, kami belum orientasinya ke sana, tapi lebih kepada membangun ekosistem. Ekosistemnya sudah ada, ada orang tua, ada sekolah, ada klub basket,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait