AMPB Siapkan Replika Keranda dan Empat Bus Boyong Massa ke Jakarta

AMPB Siapkan Replika Keranda dan Empat Bus Boyong Massa ke Jakarta

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mematangkan persiapan keberangkatan. - diswayjateng/ezra ---

PATI, diswayjateng.id — Aliansi Masyarakat PATI Bersatu (AMPB) mematangkan persiapan keberangkatan massa menuju Gedung DPR RI di Jakarta untuk menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis 27 Agustus 2026. Sebanyak empat unit bus disiapkan untuk mengangkut rombongan dari Alun-Alun PATI.

Hingga Selasa 25 Agustus 2026, dua unit bus armada awal berkapasitas masing-masing 50 kursi telah disiagakan di area halaman dalam Pendopo Kabupaten Pati, sementara dua unit bus lainnya dijadwalkan menyusul. Pemindahan posisi parkir armada dari depan Kantor Bupati ke dalam pendopo dilakukan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas di pusat kota.

Perwakilan personel AMPB, Novi Andriyanta, menyatakan bahwa seluruh peserta yang berpartisipasi tidak dipungut biaya alias gratis. Keberangkatan armada beserta konsumsi peserta didanai penuh dari donasi swadaya masyarakat yang terkumpul sekitar Rp70 juta.

BACA JUGA:  Main Sikat Proyek Sekolah! DPRD Rembang Buru Oknum Parpol dan Ormas Peminta Jatah Free

BACA JUGA:  KPK Geledah Ruang Rektor dan Wakil Rektor Unsoed, Bawa 60 Barang Bukti

"Hari ini yang datang baru dua, nanti kita siapkan ada empat armada bus. Kapasitas per bus 50 kursi. Peserta tidak dipungut biaya sama sekali, gratis. Dapat konsumsi juga," kata Novi, Selasa 25 Agustus 2026.

Novi menambahkan, pihak panitia telah melunasi biaya sewa dua armada pertama senilai Rp26 juta. Penyewaan tersebut juga dilengkapi kesepakatan tertulis berupa klausul ganti rugi tiga kali lipat apabila terjadi pembatalan sepihak dari penyedia armada. Langkah ini diambil menyusul insiden pembatalan sepihak oleh armada sebelumnya yang mengembalikan uang muka akibat dugaan intimidasi.

Rombongan massa dijadwalkan bertolak dari Pati menuju Senayan pada Rabu 26 Agustus 2026 siang. AMPB mengimbau para peserta aksi untuk membawa identitas diri resmi serta berkumpul tepat waktu di titik keberangkatan.

Sementara itu, perwakilan AMPB lainnya, Sutikno atau Paijan Jawi, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa tersebut membawa agenda utama berupa desakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

BACA JUGA:  Bus Rombongan Masa Pati Dilempar Batu di Tol Japek Saat Menuju DPR RI

BACA JUGA:  Pelayanan Publik Kantor Desa Gunungsari Rembang Lumpuh Akibat Petugas Ikut Karnaval

"AMPB membawa tuntutan dari masyarakat Indonesia, dua tuntutan itu ya: rampas aset koruptor dan hukum mati koruptor, segera disahkan bulan ini," ujar Sutikno.

Selain spanduk imbauan pemberantasan korupsi yang dipasang di bodi bus, massa aksi juga menyiapakan replika keranda jenazah bertuliskan "Rampas Aset Koruptor" dan "Hukum Mati Koruptor". Simbol tersebut dibawa sebagai penanda sikap tegas rakyat daerah dalam menagih komitmen pembentuk undang-undang di DPR RI.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait