Hari Jadi ke-397 Kebumen, 3.000 Porsi Nasi Tempelang Gratis Siap Disantap Warga

Hari Jadi ke-397 Kebumen, 3.000 Porsi Nasi Tempelang Gratis Siap Disantap Warga

Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Kebumen Muhammad Al Ghaniy Akbar didampingi Kepala Diskominfo Wahyu Siswanti dan Sekretaris Diskominfo Andri Kurniawan saat menyampaikan rangkaian Hari Jadi ke-397 Kebumen dalam jumpa pers di Sasana Pambiwara Diskominfo K-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjateng.id — Perayaan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen tahun ini akan dikemas dengan nuansa budaya sekaligus kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Kebumen menyiapkan 3.000 porsi nasi tempelang gratis yang akan disantap bersama masyarakat di halaman Pendopo Kabumian. Agenda kembul bujana tersebut menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Jadi Kebumen yang puncaknya berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Kebumen, Muhammad Al Ghaniy Akbar, mengatakan makan bersama masyarakat merupakan simbol kedekatan pemerintah dengan warga.

Hal itu disampaikan Al Ghaniy yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan saat jumpa pers di Sasana Pambiwara Diskominfo Kebumen, Rabu (19/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Kepala Diskominfo Kebumen Wahyu Siswanti dan Sekretaris Diskominfo Andri Kurniawan.

“Setelah upacara, kita akan melakukan kembul bujana atau makan bersama dengan menyediakan 3.000 porsi nasi tempelang secara gratis di halaman pendopo menggunakan tikar dan karpet bersama masyarakat,” kata Al Ghaniy.

BACA JUGA: Anak-anak Desa Grenggeng Semangat Berlatih Abid Jelang Hari Jadi Desa dan HUT Kemerdekaan

BACA JUGA: Pasca-Hari Jadi Salatiga ke-1276, Pejabat Eselon II Pemkot Salatiga Mengajukan Pensiun Dini

Ia menjelaskan, nasi tempelang dipilih bukan semata karena menjadi sajian makanan, tetapi memiliki makna tersendiri dalam perayaan Hari Jadi Kebumen.

Menu tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki hubungan yang dekat serta saling merasakan kondisi satu sama lain.

“Menu ini dipilih sebagai simbol bahwa Pemkab Kebumen merasakan apa yang dirasakan rakyat, dan sebaliknya,” ujarnya.

Selain kembul bujana, panitia juga menyiapkan gunungan hasil bumi yang nantinya dibagikan gratis kepada masyarakat. Gunungan tersebut menjadi simbol kedekatan antara pimpinan daerah dengan masyarakat.

BACA JUGA: Ada Korean Style Dancer di Alun-alun Pansi, Ajang Kreativitas Anak Muda Semarakkan Hari Jadi Salatiga ke-1.276

BACA JUGA: Dihadiri Raja-raja se-Indonesia, Rapat Rakyat Paripurna Hari Jadi ke-1.276 Salatiga Diwarnai Rebutan Gunungan

Rangkaian Hari Jadi Kebumen

Al Ghaniy mengatakan rangkaian Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen telah dimulai dengan ziarah ke makam leluhur pada Rabu (19/8/2026) pagi.

Selanjutnya, Kamis (20/8/2026), akan digelar jamasan pusaka di Pendopo Kabumian. Prosesi ini bersifat simbolis sebagai bentuk penghormatan dan perawatan terhadap benda-benda budaya yang memiliki nilai sejarah.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, yasinan, dan semaan Al-Qur’an.

Puncak peringatan berlangsung Jumat (21/8/2026). Upacara Hari Jadi akan menggunakan pakaian adat dan bahasa Jawa sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya Kebumen.

BACA JUGA: Karnaval Pembangunan Kebumen 2026 Meriah, 97 Peserta Unjuk Kreativitas

BACA JUGA: Upacara HUT ke-81 RI di Kebumen, Bupati Serahkan 115 Unit Alsintan kepada Kelompok Tani

Usai upacara, masyarakat akan disuguhi sejumlah pertunjukan seni tradisional, mulai dari tari Lawet Cepetan hingga kuda lumping. Kemudian, rangkaian acara ditutup dengan flashmob yang melibatkan 397 penari.

Pemilihan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Jadi Kebumen mengacu pada Perda Nomor 3 Tahun 2018. Penetapan tersebut merujuk pada masa kepemimpinan Bodronolo yang ditetapkan sebagai bagian dari sejarah lahirnya Kabupaten Kebumen.

“Ini telah menjadi rutinitas Pemkab Kebumen. Setelah adanya Perda No 3 Tahun 2018, hari jadi diganti menjadi 21 Agustus, merujuk pada masa kepemimpinan Bodronolo yang ditetapkan sebagai hari lahir Kebumen yang kini berusia 397 tahun,” jelas Al Ghaniy.

Ditutup Kirab Budaya

Rangkaian perayaan belum berakhir setelah puncak Hari Jadi. Pada Sabtu (22/8/2026), masyarakat akan kembali disuguhi kirab budaya. Kirab dilaksanakan dengan berjalan kaki dan dimulai dari Pendopo Kabumian sekitar pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA: Karnaval HUT ke-81 RI di Pouhkumbang Kebumen Meriah, Warga Tampilkan Ogoh-ogoh Raksasa

BACA JUGA: Napak Tilas Perjuangan Kemerdekaan, Kecamatan Karanganyar Ziarah ke Sejumlah Makam Pejuang

Panitia menyiapkan pengamanan ekstra selama kirab, terutama untuk mengawal gunungan hasil bumi hingga mencapai garis finis. Setelah tiba di lokasi tujuan, gunungan tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Sementara itu, pemilihan nasi tempelang sebagai menu kembul bujana juga telah melalui evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Panitia mempertimbangkan aspek kesegaran makanan agar konsumsi yang dibagikan kepada masyarakat tetap layak dan nyaman dinikmati.

Perayaan Hari Jadi ke-397 Kebumen pun diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat melalui tradisi, budaya, serta kegiatan yang dapat dinikmati bersama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait