Alumni SMK Mutu Tegal Turun Gunung Ngajar Adik Kelas, Berbagi Pengalaman dan Ilmu
ALUMNI MENGAJAR – Alumni SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Ahmad Fauzul Asa, foto bersama pimpinan dan siswa SMK Mutu usai pelaksanaan Alumni Mengajar.--
TEGAL, diswayjateng.id - Menjadi alumni bukan berarti berhenti berkontribusi bagi almamater. Hal itu ditunjukkan Ahmad Fauzul Asa, alumni SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal atau SMK Mutu, yang kembali ke sekolahnya untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepada adik-adik kelasnya. Alumni Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan 2022 tersebut kini telah menjadi karyawan tetap PT Komatsu Indonesia.
Ahmad bertugas di Divisi Assembling, departemen inti yang menangani proses perakitan komponen alat berat seperti excavator, bulldozer, dan dump truck menjadi unit yang siap digunakan. Pada Sabtu (15/8), dia kembali mengenakan semangat almamaternya melalui program Alumni Mengajar yang diselenggarakan SMK Mutu. Kehadirannya menjadi momentum bagi siswa untuk belajar langsung dari alumni yang telah merasakan dunia kerja industri.
BACA JUGA:Roadshow Antikekerasan dan Bullying, Wakil Wali Kota Tegal Edukasi di SMK Mutu
Melalui program tersebut, Ahmad berbagi ilmu dan pengalaman selama bekerja di industri, sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar serius mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Bagi SMK Mutu, kehadiran alumni yang telah berhasil memasuki industri menjadi salah satu kekuatan dalam membangun budaya pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pengalaman Ahmad sebagai lulusan Teknik Pengelasan yang kini bekerja di industri alat berat menjadi contoh nyata perjalanan pendidikan vokasi dari bangku sekolah menuju dunia industri. Program Alumni Mengajar juga diarahkan untuk mendukung kesiapan siswa SMK Mutu menghadapi Uji Sertifikasi Kompetensi oleh LSP P3 IMABI (Industri Manufaktur dan Alat Berat Indonesia) yang dijadwalkan pada September 2026.
Pada tahun ini, SMK Mutu menjadi salah satu dari 394 SMK di Indonesia yang ditetapkan sebagai penerima bantuan Sertifikasi Kompetensi Murid Tahun 2026 Tahap 2 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Lebih istimewa, bantuan tersebut mencakup tiga kompetensi keahlian yang menjadi bagian dari pendidikan vokasi di SMK Mutu, yakni Teknik Pengelasan, Teknik Pemesinan, dan Teknik Kendaraan Ringan.
Penetapan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Penerima Bantuan Sertifikasi Murid Tahun 2026 Tahap 2 yang berlangsung 23–26 Mei 2026 di Swiss-Belhotel Tangerang. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Muti MEd. SMK Mutu juga menjadi sekolah piloting project bidang sertifikasi kompetensi yang mengembangkan pendidikan vokasi berbasis link and match dengan industri.
BACA JUGA:SMK Mutu dan SMK YPT Kota Tegal Perkuat Kolaborasi
BACA JUGA:SMK Mutu Kota Tegal Berangkatkan 369 Siswa Ikuti Perkemahan Hizbul Wathan
Untuk mendukung program tersebut, sekolah menggandeng LSP P3 IMABI, lembaga sertifikasi profesi dari sektor industri manufaktur dan alat berat tingkat nasional. Kepala SMK Mutu Neneng Fitria Sari ST mengatakan, program Alumni Mengajar menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat kompetensi siswa sebelum mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi, September mendatang.
“Kami ingin setiap sertifikat kompetensi yang diterbitkan melalui uji sertifikasi LSP P3 IMABI benar-benar menggambarkan kompetensi yang dimiliki murid,” kata Neneng.
Keberadaan alumni yang telah bekerja di industri juga menjadi bukti pendidikan di SMK Mutu memiliki keterkaitan nyata dengan kebutuhan dunia kerja. Ijazah menjadi bukti seseorang pernah sekolah, sedangkan sertifikat kompetensi menunjukkan siswa siap kerja di industri. “Dengan ijazah dan sertifikat kompetensi, kami berusaha membekali siswa siap terjun ke dunia kerja, dapat hidup layak, dan memperbaiki ekonomi keluarga,” ucap Neneng.
Kisah Ahmad menjadi salah satu contoh bahwa lulusan SMK Mutu tidak hanya dituntut menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dipersiapkan untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri. Kini, setelah empat tahun meninggalkan bangku sekolah, Ahmad kembali ke SMK Mutu bukan sebagai siswa, melainkan sebagai alumni yang telah menjadi bagian dari dunia industri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












