Nasionalisme ala Warga Denasri Kulon Batang, Bendera 250 Meter Disandingkan Lengko Sepanjang Jalan

Nasionalisme ala Warga Denasri Kulon Batang, Bendera 250 Meter Disandingkan Lengko Sepanjang Jalan

Ketua RT 04 RW 02 Desa Denasri Kulon, Abdul Ghofur berkaus hitam bersama warga, Minggu sore 9 Agustus 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.id – Nasionalisme tidak selalu hadir lewat upacara atau pidato yang panjang. Di Denasri Kulon, semangat itu justru tumbuh dari kreativitas warga dan kebiasaan berkumpul.

Warga RT 04 RW 02 Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, kembali menyiapkan perayaan unik menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026.

Bendera Merah Putih sepanjang 250 meter kembali dibentangkan menghiasi kawasan permukiman warga. Tahun ini, kreativitas tersebut dipadukan dengan sajian tradisional lengko yang juga dirancang sepanjang sekitar 250 meter.

Ketua RT 04 RW 02 Desa Denasri Kulon, Abdul Ghofur mengatakan, bendera tersebut masih menggunakan milik tahun sebelumnya. 

BACA JUGA: Batang “Ngegas” Futsal Usia SD lewat Disdikbud Cup, Pemenangnya dari Kecamatan Ini

BACA JUGA: Sevilla dan Alehandro Jadi Mas-Mbak Batang 2026, Siap Mbolang ke Tempat Wisata

“Masih yang tahun kemarin, soalnya kita pertahankan masih bagus. Kita pasang lagi,” kata Abdul Ghofur, Minggu 9 Agustus 2026.

Keputusan mempertahankan bendera lama bukan berarti warga berhenti berkreasi. Mereka justru memperkuat rangka penyangga dan menambah dekorasi lampu agar suasana kampung semakin semarak.

Tiang penyangga bendera dipasang setiap sekitar tujuh meter. Sementara lampu hias dipasang pada setiap rangka dengan jarak sekitar 10 meter.

Bagi warga, kemeriahan Agustus bukan sekadar soal membuat dekorasi yang terlihat besar. Ada semangat kebersamaan yang ingin terus dipelihara melalui kegiatan sederhana di lingkungan mereka.

BACA JUGA: Lawan Budaya Scroll, Perpustakaan Keliling Batang Bawa Buku ke CFD

BACA JUGA: Ingin Gen Z Melek Politik, Ketua PPP Batang Minta PAC Jujur Bermedsos

Kreativitas itu kemudian berkembang menjadi gagasan menghadirkan makanan tradisional sebagai bagian perayaan. Lengko dipilih setelah warga berdiskusi mengenai jajanan yang dianggap dekat dengan kehidupan masyarakat.

Penyajian lengko sepanjang 250 meter itu akan dilakukan pada 28 Agustus 2026.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait