Warga Gombel Lama Keluhkan Proyek Pakuwon Mall Berlangsung hingga Dini Hari
Warga Gombel Lama, Semarang, mengeluhkan aktivitas proyek Pakuwon Mall yang disebut berlangsung hingga pukul 01.00 WIB.-dok. warga-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id – Aktivitas pembangunan Pakuwon Mall di kawasan Gombel Lama, Kota SEMARANG, dikeluhkan warga karena disebut masih berlangsung hingga dini hari. Suara pengeboran, molen, serta alat berat yang beroperasi hingga sekitar pukul 01.00 WIB dinilai mengganggu waktu istirahat dan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar proyek.
Keluhan tersebut disampaikan Candra, warga Gombel Lama. Menurut dia, aktivitas proyek yang dimulai sejak pagi hari kembali berlanjut hingga malam, bahkan terkadang sampai dini hari.
Suara Pengeboran Disebut Ganggu Waktu Istirahat
Candra mengatakan aktivitas pengeboran dan penggunaan molen menjadi sumber kebisingan yang paling dirasakan warga. Selain suara, getaran dari pekerjaan proyek juga disebut terasa hingga ke dalam rumah.
“Molen, pengeboran terus berlangsung sampai malam hari, kadang-kadang sampai jam 01.00 dini hari. Saya sebagai warga sangat terganggu. Waktu istirahat saya sangat amat terganggu,” ujar Candra.
Getaran akibat pengeboran, kata dia, bahkan dirasakan seperti guncangan di dalam rumah. Kondisi tersebut membuat waktu tidur terganggu dan beberapa kali dirinya terbangun ketika pekerjaan proyek masih berlangsung.
“Kalau malam pengeboran berlangsung, saya tidur di rumah terasa seperti gempa. Kadang saya terbangun di malam hari dan tidak bisa tidur lagi. Itu yang membuat kesehatan saya terganggu,” katanya.
BACA JUGA:DLH Semarang Evaluasi Dokumen Lingkungan Pakuwon Mall Gombel Lama Usai Disomasi FAR
BACA JUGA:KPK Mendadak Geledah Rumah Warga di Tegal, Buntut Kasus Korupsi Pemalang?
Aktivitas Proyek Berlangsung Sejak Pagi
Gangguan yang dirasakan warga disebut tidak hanya terjadi pada malam hari. Aktivitas proyek sudah dimulai sejak pagi, dengan pengeboran disebut dapat berlangsung mulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Sepanjang hari, lalu-lalang truk, molen, dan alat berat juga disebut menambah dampak yang dirasakan warga. Salah satunya berupa debu yang beterbangan di sekitar permukiman.
“Lalu-lalang molen, truck membuat debu setiap hari menusuk paru-paru. Membuat napas sesak dan batuk,” ungkapnya.
Menurut Candra, kondisi tersebut membuat lingkungan tempat tinggal menjadi kurang nyaman. Debu dari aktivitas kendaraan dan pekerjaan konstruksi disebut menjadi persoalan yang dirasakan warga dalam keseharian.
Warga Klaim Tembok Rumah Mengelupas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

