Relawan Beringin Tangguh Resmi Terbentuk di Tegal, Siap Terjun Hadapi Bencana
PEMBENTUKAN - Relawan Beringin Tangguh resmi dibentuk dalam acara yang dilangsungkan di salah satu rumah makan, Rabu (5/8).--
TEGAL, diswayjateng.id - Sebanyak 25 warga Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, dikukuhkan sebagai kelompok relawan Beringin Tangguh yang dibentuk Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal Moh Muslim. Pembentukan kelompok relawan tersebut dilakukan di salah satu rumah makan di Jalan Kompol Suprapto, Rabu (5/8).
Kepala Pelaksana BPBD Moch Mabbrur mengatakan, pembentukan Beringin Tangguh bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di wilayah Sumurpanggang yang memiliki tingkat ancaman bencana cukup tinggi, terutama banjir.
Setelah dikukuhkan, para relawan mendapatkan pelatihan kebencanaan. Materi yang diberikan meliputi penanganan kedaruratan, kesiapsiagaan, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Mabbrur menjelaskan, keberadaan relawan akan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan bekal pelatihan, para relawan diharapkan lebih siap, memahami kondisi darurat, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
Selain itu, mereka juga akan dipantau dan terus mendapatkan pembinaan agar kemampuan mereka semakin meningkat. Sehingga, kesiapsiagaan masyarakat semakin tangguh. Masyarakat tidak selalu bergantung kepada Pemerintah, tetapi mampu melakukan langkah awal secara mandiri saat terjadi bencana.
“Tujuannya untuk mengurangi risiko bencana yang cukup tinggi di Sumurpanggang," sebut Mabbrur.
BACA JUGA:Pembangunan Rumah Pompa dan Normalisasi Air Diusulkan, Atasi Banjir di Sumurpanggang
BACA JUGA:BPBD Kebumen Gembleng 50 Relawan Lewat Jungle Rescue di Waduk Sempor
Sementara itu, Ketua Komisi I Moh Muslim menyebutkan, pembentukan Beringin Tangguh dilatarbelakangi kondisi Sumurpanggang yang hampir setiap tahun dilanda banjir, terutama pada musim hujan antara Desember hingga April. Dia menambahkan, 25 relawan yang dipilih merupakan warga yang memiliki kepedulian terhadap penanggulangan bencana di lingkungannya.
Keberadaan relawan sangat dibutuhkan untuk melakukan penanganan awal, mulai dari mengingatkan warga, mengevakuasi masyarakat dari rumah menuju titik kumpul, hingga menyalurkan bantuan kepada korban. Kehadiran mereka diharapkan menjadi mitra Pemerintah dalam mempercepat respons saat terjadi bencana.
"Kalau ada banjir, mereka bisa membantu woro-woro kepada masyarakat, melakukan pertolongan pertama, mengarahkan warga ke titik kumpul, sekaligus membantu dalam penyaluran bantuan," ujar Muslim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


