Bukan Formalitas! 153 Calon Guru UPS Tegal Digembleng Pancasila Lewat TP3, Ini Tujuannya

Bukan Formalitas! 153 Calon Guru UPS Tegal Digembleng Pancasila Lewat TP3, Ini Tujuannya

PAPARAN - Ketua Yayasan Pancasakti sekaligus Dosen Fakultas Hukum UPS Dr Imawan Sugiharto SH MH memaparkan materi dalam kegiatan Tes Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang diadakan FKIP UPS.--

TEGAL, diswayjateng.id -- Sebanyak 153 mahasiswa calon wisudawan FKIP Universitas Pancasakti Tegal (UPS) mengikuti Tes Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (TP3) secara daring, Senin (3/8). Kegiatan ini bukan sekadar syarat administratif menuju wisuda, melainkan pembekalan kritis agar para sarjana pendidikan ini menjadi pendidik berkarakter di tengah derasnya arus digital.

Di era banjir hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral, peran guru sebagai ujung tombak karakter bangsa sangat krusial. TP3 digelar untuk memastikan calon guru tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kokoh secara ideologis dan siap mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di lingkungan masyarakat.

Pancasila Bukan untuk Dihafal, tapi Diamalkan

Dekan FKIP UPS, Dr Yoga Prihatin, menegaskan bahwa TP3 merupakan instrumen strategis untuk mengukur sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai dasar kehidupan berbangsa. Ia tidak ingin kegiatan ini berjalan sebagai formalitas tahunan yang membosankan.

"Pancasila adalah pandangan hidup bangsa. Ini harus menjadi landasan membangun karakter pendidik," tegas Yoga dalam sambutannya. Ia berharap para peserta menyerap ilmu ini untuk memperkuat rasa memiliki sebagai bagian dari keluarga besar FKIP UPS Tegal.

BACA JUGA:Gebrakan Dies Natalis ke-46! FKIP UPS Tegal Sukses Gelar Education Expo 2026

BACA JUGA:Wujudkan Organisasi yang Lebih Progresif, Muhimapro HMPS PPKn FKIP Lahirkan Nahkoda Baru

Ketua Yayasan: Pancasila adalah "DNA Bangsa"

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Yayasan Pancasakti sekaligus Dosen Fakultas Hukum UPS, Dr Imawan Sugiharto, menyampaikan materi berjudul "Aksi Nyata Membangun Masyarakat yang Berkarakter, Toleran, dan Berintegritas".

Imawan mengingatkan bahwa ideologi bukan sekadar gagasan di atas kertas. "Pancasila harus dipahami sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar dihafalkan," tegas Imawan.

Ia bahkan menyebut karakter sebagai "DNA bangsa". Jika DNA-nya kuat, masyarakat akan mampu menangkal berbagai ancaman modern seperti:

  • Hoaks dan disinformasi yang memecah belah.
  • Korupsi yang merusak sendi ekonomi.
  • Individualisme yang mengikis semangat gotong royong.
  • Konflik sosial yang mengancam persatuan.

Imawan menjabarkan bahwa pengamalan kelima sila harus dimulai dari lingkungan keluarga, diperkuat oleh sekolah, didukung masyarakat, dan diwujudkan melalui kebijakan negara yang adil.

 

Rangkaian Penuh Makna: Dari Zoom Hingga Google Form

Rangkaian kegiatan berlangsung padat sejak pagi hari. Dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pancasakti, hingga sambutan Dekan.

Puncaknya, para mahasiswa mengikuti sesi diskusi interaktif bersama narasumber. Untuk memastikan pemahaman mereka, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan Tes Penghayatan dan Pengamalan Pancasila secara daring melalui Google Form.

Metode ini menjadi bukti bahwa UPS Tegal mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan esensi pendidikan karakter yang mendalam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait