Buka Jalan Kemandirian, BAZNAS dan Kemnaker Gandeng Difabel Boyolali Masuk Dunia Kerja

Buka Jalan Kemandirian, BAZNAS dan Kemnaker Gandeng Difabel Boyolali Masuk Dunia Kerja

DIIKUTI : Peluncuran program pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas berlangsung di Kantor Bupati Boyolali diikuti para penyandang disabilitas, Jumat 31 Juli 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

BOYOLALI, diswayjateng.id – Keterbatasan akses pelatihan keterampilan hingga minimnya lingkungan kerja yang inklusif kerap menjadi tembok tebal bagi penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, BAZNAS RI berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program pelatihan dan penempatan kerja khusus bagi difabel di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendobrak hambatan yang selama ini memperlemah partisipasi angkatan kerja disabilitas.

"Kami berkomitmen memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, mulai dari pelatihan keterampilan hingga membuka akses nyata ke dunia kerja," ujar Mahdum saat acara peluncuran di Kantor Bupati Boyolali.

Mahdum menjelaskan, langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menekankan pentingnya ekosistem kerja inklusif dan bebas diskriminasi.

BACA JUGA: Jambret Kalung Balita di Kampung Gudang Kapo Boyolali, Pelakunya Residivis Beraksi Sejak Tahun 2010

BACA JUGA: Rumah Warga Wonosamodro Boyolali Kebakaran, Ini Kronologi dan Penyebabnya!

BAZNAS juga memastikan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) akan terus dioptimalkan untuk pemberdayaan kaum difabel.

Pada tahap awal ini, BAZNAS RI mengucurkan bantuan sebesar Rp250 juta bagi 25 penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat. Dana tersebut dialokasikan untuk pelatihan keterampilan, pendampingan intensif, hingga fasilitasi penempatan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyambut positif sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan BAZNAS merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas di Indonesia.

"Ini inisiatif yang luar biasa. Ada amanat konstitusi yang harus kita perjuangkan bersama, yaitu setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Saya yakin program ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," tegas Yassierli.

BACA JUGA: Survei SSGI 2024 Angka Stunting di Boyolali di Angka 24,5 Dinkes : Prevalensi Stunting 12,13 %

BACA JUGA: Waspada! 9 Kecamatan di Boyolali Masuk Zona Rawan Kekeringan

Dukungan penuh juga datang dari Bupati Boyolali Agus Irawan. Ia mengapresiasi dipercayanya Boyolali sebagai titik awal program kolaboratif ini.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait