Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Tewas di Sawah, Jasad Penuh Lumpur

Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Tewas di Sawah, Jasad Penuh Lumpur

Evakuasi korban di sawah Desa Kalipancur, Bojong, Pekalongan--Mukhtarom

PEKALONGAN, diswayjateng.id – Rusyanto (57), perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di area persawahan belakang SDN 01 Kalipancur, Selasa (28/7/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi telentang dengan sebagian besar tubuh tertutup lumpur. Hingga kini, Satreskrim Polres Pekalongan masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rusyanto berangkat dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB pada Senin (27/7/2026) untuk menjaga budidaya belut yang dikelolanya di area persawahan. Menurut keluarga, korban biasanya sudah kembali ke rumah pada pagi hari. Namun hingga pagi menjelang siang, Rusyanto tak kunjung pulang dan telepon genggamnya juga tidak dapat dihubungi sehingga membuat keluarga khawatir.

Warga Temukan Jasad di Tengah Sawah

Sekitar pukul 07.00 WIB, seorang warga bernama Surajak (60) mendatangi sawah miliknya yang baru dialiri air pada malam sebelumnya. Saat berada di petak tengah sawah, ia melihat sesuatu yang menyerupai kaki manusia yang muncul dari lumpur.

Karena curiga, Surajak kemudian memberitahu warga sekitar dan melaporkan temuannya kepada Kepala Desa Kalipancur, Muhroji. Informasi tersebut diteruskan ke Polsek Bojong hingga akhirnya petugas Satreskrim Polres Pekalongan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban ditemukan dalam posisi telentang dengan sebagian besar tubuh tertutup lumpur. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kraton untuk menjalani pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Polisi Belum Simpulkan Ada Tidaknya Unsur Pidana

Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Fauzi Surya Candra, mengatakan penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap penyebab kematian korban.

"Hari ini kami mendapatkan informasi adanya penemuan seorang laki-laki di sawah belakang SD. Berdasarkan keterangan sementara saksi, korban diketahui berada di lokasi untuk menjaga budidaya belut," kata AKP Fauzi Surya Candra.

Menurutnya, polisi belum dapat menyimpulkan apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana atau penyebab lainnya. Untuk memastikan hal tersebut, jenazah dibawa ke RSUD Kraton guna menjalani pemeriksaan luar maupun dalam.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan gagang celurit tanpa bilah serta sebuah batu. Namun, hingga kini penyidik belum memastikan apakah kedua barang tersebut berkaitan dengan kematian korban.

"Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sebagian besar tertutup lumpur sehingga belum dapat dipastikan ada atau tidaknya luka pada tubuh korban," ujarnya.

Keluarga Minta Penyebab Kematian Diungkap

Kakak korban, Tri Kamto, mengatakan adiknya dikenal sebagai pribadi yang baik, mudah bergaul, dan tidak pernah bercerita memiliki persoalan ataupun musuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait