UMKM Brunorejo Didorong Go Digital, KKN UNS Hadirkan Pelatihan Pemasaran Online
Pelaku UMKM Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, mengikuti pelatihan digitalisasi yang diselenggarakan Kelompok KKN 213 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Balai Pertemuan Warung Ndeso Lestari, Jumat (24/7).-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
PURWOREJO, disawayjateng.id – Transformasi digital mulai merambah pelaku usaha di pedesaan. Kelompok KKN 213 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pelatihan digitalisasi UMKM bagi para pelaku usaha di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Pertemuan Warung Ndeso Lestari, Jumat (24/7/2026), mendapat sambutan antusias dari para pelaku UMKM. Mereka tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik langsung memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan produk.
Narasumber kegiatan, Achmad Luthfi Khakim, pengusaha muda sekaligus konten kreator dan jurnalis, membagikan kisah suksesnya membangun bisnis dari usaha kecil hingga berkembang memiliki beberapa cabang. Owner LC Computer dan media lokal Pituruhnews itu menilai digitalisasi menjadi langkah penting agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang.
Menurut Luthfi, media sosial kini telah berubah menjadi etalase bisnis yang efektif. Pelaku usaha dapat membangun citra produk, memperluas jaringan pelanggan, hingga meningkatkan kepercayaan konsumen tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
BACA JUGA: Wabup Dion Agasi Ikut Hexa Fun Run 5K SMA N 6 Purworejo, Kampanyekan Hidup Sehat dan Dukung UMKM
Selain materi tentang branding digital, peserta juga diajarkan mengoptimalkan Instagram dan WhatsApp Business sebagai media pemasaran. Berbagai strategi sederhana untuk membuat konten menarik dan meningkatkan interaksi dengan calon pembeli turut dipraktikkan dalam pelatihan tersebut.
Mahasiswa KKN 213 UNS, Rifqi Faris Azzaki, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan agar UMKM di Desa Brunorejo mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang memperbesar usaha.
"Melalui digitalisasi, pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jaringan konsumen, meningkatkan omzet penjualan, serta mengangkat potensi lokal agar semakin dikenal masyarakat luas. Dengan begitu, ekonomi desa dapat tumbuh lebih kuat dan mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal," katanya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian Kelompok KKN 213 UNS yang terdiri atas 10 mahasiswa lintas program studi. Selama menjalankan KKN pada 7 Juli hingga 21 Agustus 2026, mereka mengusung tema Strategi Pemberdayaan Masyarakat: Pengembangan UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal di Desa Brunorejo.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN UMUS Brebes Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM Desa Surokidul
Program ini juga sejalan dengan inisiatif Diktisaintek Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong perguruan tinggi menghadirkan solusi nyata melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Berbagai pertanyaan mengenai pemasaran digital, pengelolaan media sosial, hingga strategi menjangkau pelanggan baru terus mengemuka. Melalui kegiatan ini, UMKM Desa Brunorejo diharapkan semakin siap memasuki pasar digital dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










