Dapur Rumah Warga di Tawangharjo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 10 Juta

Dapur Rumah Warga di Tawangharjo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 10 Juta

Petugas kepolisian menunjukkan kabel listrik yang diduga menjadi pemicu kebakaran di Desa Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. (Dok Polsek Tawangharjo)--

GROBOGAN, diswayjateng.id - Dapur rumah milik Sujarwo (43), warga Desa Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan terbakar, Selasa (21/7/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 10 juta.

 

Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono mengungkapkan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh korban dan anaknya. Keduanya mendengar suara percikan dari arah dapur. Saat dicek, api sudah membakar tirai penutup pintu kamar mandi dan mulai merambat ke rangka atap dapur yang terbuat dari kayu.

 

"Menyadari api terus membesar, maka korban dan anaknya segera meminta bantuan warga sekitar. Sejumlah warga kemudian gotong royong melakukan pemadaman memakai alat seadanya, sehingga api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bagian rumah lainnya," jelasnya.

 

AKP Sartono melanjutkan, kemudian korban melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Tawangharjo. Berikutnya, petugas kepolisian langsung ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) beserta mengumpulkan bahan dan keterangan yang diperlukan dalam penyelidikan.

BACA JUGA:Bangun Kembali Pasar Gubug yang Terbakar, Pemkab Grobogan Ajukan Rp76 Miliar ke Pusat

BACA JUGA:Geledah Kantor Desa Tlogomulyo, Kejari Grobogan Sita Sejumlah Barang Bukti Dugaan Kasus Korupsi APBDes

"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan kabel listrik yang terbakar dan diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, masih terdapat beberapa stop kontak dalam kondisi teraliri listrik di lokasi, sehingga dugaan sementara penyebab  kebakaran yakni korsleting arus listrik," bebernya.

 

AKP Sartono menyebut akibat kejadian tersebut, sebagian bangunan dapur dan barang di dalamnya mengalami kerusakan. Di antaranya tirai penutup pintu kamar mandi, rangka atap yang terbuat dari kayu dan satu unit kompor gas yang turut terdampak kobaran api.

 

"Keamanan instalasi listrik di rumah perlu diperhatikan oleh masyarakat agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi kedepannya. Pemeriksaan secara berkala terhadap kabel dan peralatan elektronik juga perlu untuk mencegah terjadinya kebakaran," pesannya.

 

AKP Sartono mengimbau masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dipicu oleh gangguan instalasi listrik. Ia pun berharap melalui pencegahan dan kepedulian bersama, risiko terjadinya kebakaran bisa diminimalkan sehingga keamanan dan keselamatan terjaga.

 

"Gunakan instalasi listrik yang sesuai standar dan hindari penggunaan kabel yang sudah rusak. Jangan membebani stop kontak secara berlebihan. Upaya pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari kerugian yang lebih besar," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait