Pelajar SMP di Kudus Beli Klewang Online 1,3 Meter, Ngakunya Terpengaruh Postingan Medsos
Polisi menyita sajam jenis Klewang asal Madura yang dipesan remaja di Kudus. --
KUDUS, diswayjateng.id – Upaya seorang remaja berusia 13 tahun di Kabupaten Kudus untuk memiliki senjata tajam (sajam) jenis klewang sepanjang 1,3 meter, akhirnya terendus polisi.
Yang mengejutkan, remaja tersebut membeli klewang dari sebuah marketplace asal Madura, mengaku hanya untuk sekedar gagah gagahan. Selain itu, untuk konten di media sosial.
Sebelum sajam asal Pulau Madura itu sampai ke tangan remaja tersebut, polisi menggagalkan transaksi melalui jasa pengiriman paket dan kargo. 
Paket berisi sajam klewang asal Madura yang dibongkar polisi melalui jasa paket di Kudus. --
Berbekal alamat yang tertulis di paket itu, polisi memburu identitas dan alamat pembeli klewang seharga Rp 240 ribu. Setelah diinterogasi polisi, remaja SMP ini mengaku terpengaruh unggahan foto-foto senjata tajam di media sosial.
Temuan ini menjadi perhatian serius kepolisian, karena menunjukkan kuatnya pengaruh konten digital terhadap perilaku anak dan remaja.
Pengiriman senjata tajam tersebut terungkap saat personel Unit Reskrim Polsek Kudus, melaksanakan patroli dan pemantauan di sejumlah kantor jasa pengiriman di wilayah Kota Kudus pada Kamis (23/7/2026).
BACA JUGA:Praktik Kopi Pangku di Kafe Jalanan Kudus Dibongkar, Polisi Ancam Tutup Permanen Kafe Nakal
BACA JUGA:Diduga Sakit Hati, Pria di Pati Bacok Mantan Kekasih
Polisi kemudian menelusuri paket tersebut dan mengantarkannya langsung kepada pemesan dengan pengawasan ketat. Penerima paket diketahui berinisial NZP (13), warga Kecamatan Kota Kudus.
"Langkah (penyitaan sajam) tersebut dsebagai upaya preventif untuk memastikan barang berbahaya tidak jatuh ke tangan yang berpotensi disalahgunakan, " ujar Kapolsek Kudus AKP Subkhan.
Saat diperiksa polisi, pelaku membeli senjata tajam melalui marketplace pada 18 Juli 2026 seharga Rp 240.000. Barang dipesan dari Madura dan dikirim melalui jasa ekspedisi.
"Alasan pembelian (sajam) untuk dijadikan koleksi atau pajangan di kamar, setelah terpengaruh unggahan foto-foto senjata tajam di media sosial," terang Subuhan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










