Lawan Stunting dari Dapur Rumah, Desa Kaladawa Tegal Dapat Program Satu Telur Sehari
EDUKASI - Pegawai Puskesmas Kaladawa, Talang saat memberikan edukasi soal pencegahan stunting, Selasa (21/7/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
TALANG, diswayjateng.id – Perang melawan stunting tak cukup hanya mengandalkan bantuan pangan. Edukasi kepada orang tua menjadi senjata utama agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan bebas dari ancaman gagal tumbuh. Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional, Alfamart kembali menegaskan komitmennya melalui Program Satu Telur Sehari (STS) yang kini memasuki tahun keempat pelaksanaan.
Di Kabupaten Tegal, program tersebut diwujudkan melalui edukasi gizi dan pola asuh yang digelar di Balai Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Selasa (21/7/2026). Sebanyak 35 anak yang terindikasi stunting bersama orang tua mereka mengikuti penyuluhan yang menghadirkan tenaga kesehatan dan ahli gizi.
Kegiatan ini tidak sekadar membagikan bantuan telur. Para orang tua diajak memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, terutama protein hewani, serta pola asuh yang tepat agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal sejak usia dini.
Ahli Gizi Puskesmas Kaladawa, Ita, menjelaskan bahwa stunting bukan hanya disebabkan kekurangan makanan, tetapi dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari asupan gizi yang tidak memadai, infeksi berulang, lingkungan yang kurang sehat, pola asuh yang belum optimal, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan.
BACA JUGA:Warga Panik! Kebakaran Tumpukan Ban Bekas di Gumayun Tegal Nyaris Lahap Permukiman
BACA JUGA:Hasil Polling Lokasi CFD Pemkab Tegal: Tetap di Alun-Alun Hanggawana Slawi
"Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh dan terjangkau adalah telur karena kandungan gizinya sangat baik untuk pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak," jelas Ita.
Selain mengonsumsi makanan bergizi, orang tua juga diingatkan agar membiasakan jadwal makan yang teratur, mendampingi anak saat makan, menyajikan menu yang bervariasi, menjaga kebersihan lingkungan, melengkapi imunisasi, serta rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu.
Dalam sesi edukasi itu juga diperagakan berbagai olahan berbahan dasar telur yang mudah dibuat di rumah, mulai dari telur dadar sayur, omelet, telur kukus, orak-arik telur, semur telur hingga sandwich telur. Harapannya, keluarga tidak lagi kesulitan menyajikan menu bergizi setiap hari.
Program Satu Telur Sehari sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Alfamart dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Tahun ini, program menyasar 2.700 anak usia 1–3 tahun yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan distribusi lebih dari 510 ribu butir telur selama enam bulan pelaksanaan.
BACA JUGA:BPN Tegal Kebut Sertifikasi Tanah Program 3 Juta Rumah
BACA JUGA:CKG Tuai Hasil, Kabupaten Tegal Masuk Kategori Hijau di Jateng
Setiap anak menerima satu butir telur setiap hari sejak Mei 2026. Penyaluran dilakukan secara berkala melalui Dinas Kesehatan dan kader Posyandu sehingga proses pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat dapat berjalan secara berkesinambungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










