Dinkes Batang Kejar 1.800 Kasus TB, Percepat Cari Pasien hingga Desa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi -Disway Jateng/Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id – Kasus TB di BATANG masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten BATANG. Hingga pekan ke-27 tahun 2026, petugas kesehatan baru menemukan 682 penderita tuberkulosis (TB).
Angka itu masih jauh dari target nasional sebanyak 1.800 kasus yang harus ditemukan dan diobati sepanjang tahun ini.
Capaian tersebut menunjukkan masih banyak penderita TB yang belum terdeteksi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, menegaskan penemuan kasus menjadi kunci utama memutus penyebaran TB. Karena itu, Dinkes memperluas kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif hingga ke desa-desa.
BACA JUGA: Tak Cuma Isi Perut, Wakil Ketua DPRD Batang Ungkap Dampak MBG bagi Masa Depan Indonesia
BACA JUGA: Komisi II DPRD Batang: Parkir Truk di Petamanan Banyuputih Dipoles Pakai E-Parking
"Semakin cepat penderita ditemukan, semakin cepat pula diobati. Harapannya penularan bisa dihentikan dan kondisi TB di Kabupaten Batang benar-benar tergambar sesuai fakta di lapangan," ujar Ida, Kamis 23 Juli 2026.
Program ACF menyasar kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular TB. Prioritas utamanya adalah anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien yang sudah terdiagnosis tuberkulosis.
Untuk mendukung program tersebut, Kabupaten Batang memperoleh alokasi 92 lokus pemeriksaan pada 2026.
Dari jumlah itu, 63 lokasi akan dilayani menggunakan portable X-ray, sedangkan lokasi lainnya tetap menjalani skrining aktif melalui pemeriksaan gejala dan pelacakan kontak erat.
BACA JUGA: Perda Perumahan Batang Makin Ketat, Pengembang Tak Bisa Asal Bangun
BACA JUGA: 1.300 Pelajar Batang Terindikasi Mata Minus, Gadget Jadi Sorotan
Pelaksanaan kegiatan melibatkan radiografer dari RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Rumah Sakit QIM. Seluruh puskesmas di Kabupaten Batang juga diterjunkan bersama petugas Dinas Kesehatan agar penemuan kasus berlangsung lebih cepat.
Ida mengatakan pemeriksaan aktif bukan berarti semua warga akan dirontgen. Pemeriksaan difokuskan kepada masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita maupun mereka yang menunjukkan gejala mengarah pada TB.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










