Tak Sesuai Harapan BPS, 5 Orang Tenaga Sensus Ekonomi Salatiga Mengundurkan Diri

Tak Sesuai Harapan BPS, 5 Orang Tenaga Sensus Ekonomi Salatiga Mengundurkan Diri

DITEMUI : Kepala BPS Kota Salatiga Agus Kadaryanto, S.ST., beserta staf, saat ditemui di Kantor BPS Salatiga, Jalan Hasanudin Km. 01, Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa 21 Juni 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.id - Lima orang tenaga petugas lapangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Salatiga, mengundurkan diri. Pengunduran diri ini murni karena menyadari tidak sanggup memenuhi target ditentukan BPS terkait soal pendataan, baik UMKM hingga perusahaan besar. 

Meski demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga yang menerjunkan 183 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, gerak cepat (gercep) telah mendapatkan ganti ke-5 orang yang mengundurkan diri tersebut. 

Hal ini diungkap Kepala BPS Kota Salatiga Agus Kadaryanto, S.ST., saat ditemui di Kantor BPS Salatiga, Jalan Hasanudin Km. 01, Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa 21 Juni 2026.

Disampaikan Agus Kadaryanto, lima orang petugas Sensus Ekonomi 2026 yang mengundurkan diri kinerja kerjaanya tidak sesuai harapan BPS. 

BACA JUGA: 30 Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang Mundur, BPS Ungkap Penyebab dan Pastikan Pendataan Tetap Tancap Gas

BACA JUGA: Warga Bumi Kartini Ketakutan Didata Petugas Senus Ekonomi, Ini Respon BPS Jepara

"Kondisi Salatiga saat ini, yang mengundurkan diri sampai saat ini itu baru 5 orang dari 183 petugas. Dan 5 orang itu kebanyakan mereka itu kinerja kerjaanya tidak sesuai harapan kami," ungkap Agus kepada Disway Jateng. 

Sebelumnya, ke-5 orang ini dipanggil secara persuasif hingga diberikan kesempatan 'challenge' dalam beberapa hari sebelum akhirnya menyatakan diri mundur, karena tidak sanggup memenuhi ketentuan BPS. 

Sehingga, pengunduran diri ke-5 orang petugas Sensus Ekonomi 2026 dari Salatiga ini memang samata-mata tidak dapat memenuhi target BPS dalam melakukan pendataan hingga 40 persen. 

BACA JUGA: Gubernur Jateng Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Libatkan 36.891 Petugas di Jateng

BACA JUGA: Kampanyekan Sensus Ekonomi 2026, BPS Jepara Dukung Penguatan Data Pembangunan Daerah

"Sebelumnya kita panggil, misalnya udah nyampe berapa persen gitu kita panggil. Terus kita challenge nih, Kamu kita kasih waktu 3 hari kamu bisa selesai nggak gitu. Setelah kita beri waktu 3 hari ternyata mereka tidak sanggup, akhirnya mereka mengundurkan diri," terang Agus. 

Lebih jauh Agus memaparkan, ke-5 orang petugas Sensus Ekonomi 2026 dari Salatiga ini mengundurkan diri sejak start awal pendataan dilakukan, baik UMKM hingga perusahaan besar, yakni per tanggal 15 Juni 2026 lalu. 

Usai ke-5 orang ini mengundurkan, BPS Kota Salatiga gercep mencari penggantinya. 
"Kita kan harus nyari penggantinya, langsung kita cari pengganti sampai tadi sudah digantikan sama orang baru," ujarnya. 

BACA JUGA: Pemkot Buka Pendaftaran Peserta Kirab Budaya Hari Jadi Salatiga ke-1276, Silahkan Hubungin Disbudpar

BACA JUGA: DUPR Beri Layanan Sedot Tinja Gratis di Hari Jadi Kota Salatiga Ke-1276, Ini Syaratnya

Sebenarnya, evaluasi dan pemantauan terhadap petugas Sensus Ekonomi 2026 di Salatiga dilakukan secara bertahap. BPS akan melakukan pemanggilan mana kala ditemukan petugas yang mulai kendor semangatnya. 

"Misalnya, ada dua kita panggil, ada satu kita panggil. tetap kita challenge, kita berikan waktu untuk beberapa hari. Bisa mencapai percepatannya, bisa tercepat enggak sih pergerakannya, kalau enggak dapat kita menghendaki terus akhirnya mereka memutuskan tidak bisa melanjutkan," terangnya. 

Secara keseluruhan, diakui Agus, saat ini kondisi petugas Sensus Ekonomi 2026 di Salatiga, rata-rata diklaim Agus masih semangat. 

BACA JUGA: Langsung Live Shopping di Dekranasda, Sepuluh Produk UMKM Salatiga Lolos Kurasi Provinsi Jawa Tengah

BACA JUGA: RSUD dr. Soebarkat Kini Miliki Poliklinik Geriatri, Semakin Mengukuhkan Salatiga Ramah Lansia

Sebelumnya, Kepala BPS Jateng Ali Said mengatakan, pihaknya akan menjamin secara penuh kerahasiaan data selama penyelenggaraan. Ali Said menegaskan kegiatan sensus ekonomi tidak ada kaitannya dengan pajak. 

Kepada responden kami menjamin kerahasiaan data tak akan kami sampaikan kepada pihak manapun termasuk pajak tegas Ali seusai sensus ekonomi di Lapangan Simpang Lima Semarang, 17 Juni 2026, lalu. 




Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: