Mahasiswi KKN UMUS Brebes Kenalkan Area Privasi Pada Siswa SDN Randusari 01
EDUKASI - Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Heni Safitroh, dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), menggelar edukasi "Pengenalan Area Privasi pada Anak" di SDN Randusari 01, Kecamatan Pagerbara-MEIWAN DANI RISTANTO/RADAR TEGAL-
PAGERBARANG, diswayjateng.id – Upaya menanamkan kesadaran tentang perlindungan anak sejak usia dini terus dilakukan. Salah satunya melalui program kerja individu mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Heni Safitroh, dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), yang menggelar edukasi "Pengenalan Area Privasi pada Anak" di SDN Randusari 01.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga anggota tubuh yang bersifat pribadi serta mengenali batasan sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain.
Edukasi ini menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran anak terhadap perlindungan diri di tengah maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Dalam penyampaiannya, Heni menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan agar materi mudah dipahami oleh peserta didik. Melalui gambar dan media edukasi visual, siswa diajak mengenali bagian tubuh yang termasuk area privasi, sekaligus memahami siapa saja yang diperbolehkan membantu mereka dalam kondisi tertentu, seperti orang tua atau tenaga kesehatan dengan pendampingan.
BACA JUGA:Mahasiswa KKN UMUS Brebes Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM Desa Surokidul
Selain mengenalkan area privasi, para siswa juga dibekali langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau terancam. Anak-anak diajarkan untuk berani mengatakan "tidak", menjauh dari situasi tersebut, serta segera melaporkan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, serta menunjukkan hasil kegiatan mewarnai media pembelajaran yang digunakan selama sosialisasi. Pendekatan tersebut membuat materi yang tergolong sensitif dapat diterima dengan baik sesuai usia anak.
Heni berharap edukasi sederhana ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih memahami pentingnya menjaga diri serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak semestinya.
Melalui program kerja KKN ini, mahasiswa UMUS tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan ramah anak. Diharapkan, edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga kesadaran akan pentingnya perlindungan anak semakin tumbuh di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










