Pria Terjatuh dari Flyover Tanjung Emas Semarang, Motor Masih Tertinggal di Atas Jembatan

Pria Terjatuh dari Flyover Tanjung Emas Semarang, Motor Masih Tertinggal di Atas Jembatan

ILUSTRASI --

SEMARANG, diswayjateng.id – Seorang pria ditemukan tergeletak di bawah Flyover Yos Sudarso, kawasan Tanjung Emas, Kota SEMARANG, Senin siang. Korban diduga terjatuh dari atas flyover dan mengalami luka di bagian kepala.

Korban diketahui bernama Agus Triwibowo (53), warga Kampung Bugen RT 004/RW 003, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. 

Berdasarkan identitas yang ditemukan di lokasi, Agus merupakan karyawan swasta kelahiran Magelang, 22 Agustus 1972.

Peristiwa yang terjadi di sekitar Pos 4 Pelabuhan Tanjung Emas itu menggegerkan warga dan para pekerja di sekitar lokasi.

BACA JUGA:Satpol PP Semarang Selidiki Dugaan Sewa Lapak Liar di Bawah Fly Over Yos Sudarso, Iuran Rp50 Ribu per Bulan

BACA JUGA:Truk Tronton Terguling di Fly Over Jatingaleh, Sopir Asal Wonosobo Meninggal di Lokasi

 Sejumlah saksi mengaku mendengar suara benturan keras sebelum menemukan korban tergeletak di dekat kolong flyover, tak jauh dari sebuah truk peti kemas.

Salah seorang saksi, Memet Sudarmanto, mengatakan awalnya tidak menyangka suara keras yang didengarnya berasal dari seseorang yang terjatuh. 

Saat itu ia baru selesai makan dan sedang bekerja memperbaiki truk di bengkel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Tadi saya baru makan. Terus ada suara 'duang' dari atas. Saya cari-cari tidak ada, suara apa. Saya kira di depan sana, tapi pas saya lihat ke bawah ternyata ada orang," ujarnya.

BACA JUGA:Satpol PP Semarang Bongkar 30 Bangunan di Bawah Fly Over Yos Sudarso, Warga Sempat Melawan

BACA JUGA:Parkir Mobil Lalu Terjatuh, Seorang PNS Meninggal di SPBU Bakalan Batang

Memet kemudian meminta bantuan warga dan pekerja lain. Namun, mereka tidak berani memindahkan korban karena melihat korban mengalami pendarahan dan dikhawatirkan mengalami cedera serius.

"Saya panggil teman-teman, 'Tolong, tolong'. Tapi sudah keluar darah, jadi enggak berani ngangkat. Takut risikonya kalau salah menangani malah fatal. Kami langsung panggil ambulans," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait