Kemarau Panjang Mengintai, Dispaperta Batang Siagakan Pompa di 50 Desa
Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Syam Manohara -Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id – Ancaman musim kemarau panjang mulai diantisipasi Pemerintah Kabupaten BATANG. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) menyiapkan berbagai langkah agar produktivitas pertanian tetap terjaga ketika pasokan air mulai berkurang.
Langkah itu dilakukan setelah muncul peringatan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Batang.
Selain menyiagakan pompa pengairan di puluhan desa, Dispaperta juga mengingatkan petani agar tidak memaksakan masa tanam apabila ketersediaan air belum mencukupi.
Sekretaris Dispaperta Kabupaten Batang, Syam Manohara, mengatakan mitigasi telah disiapkan menghadapi musim tanam ketiga, bahkan kemungkinan musim tanam keempat.
BACA JUGA: Agustusan di Gringsing Batang Beda, Ada Lomba Bikin Video Pantai Jodo Pakai Ai
BACA JUGA: Pegawai Lapas Batang Ditemukan Meninggal Bunuh Diri, Polisi Dalami Latar Belakang
"Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah yang harus ditempuh menghadapi musim tanam berikutnya, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih panjang," katanya, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Syam, keberhasilan musim tanam sangat bergantung pada kecukupan air. Karena itu, petani diminta menghitung kemampuan sumber air sebelum mengolah lahan.
Ia menegaskan, keputusan menanam tidak boleh hanya mengikuti kebiasaan musim sebelumnya. Saat debit irigasi menurun, risiko puso atau gagal panen akan semakin besar apabila kebutuhan air tidak terpenuhi.
"Kami mengimbau petani memperhitungkan ketersediaan air terlebih dahulu. Jangan memaksakan tanam jika kondisi sumber air belum memungkinkan," ujarnya.
BACA JUGA: Semester I 2026, Batang Catat Investasi Rp6,1 Triliun
BACA JUGA: Bupati Batang Rombak Tata Kelola APBD 2027, Pakai Pola Baru
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Dispaperta telah menempatkan pompa pengairan di sekitar 50 desa. Sarana tersebut diproyeksikan menjadi penopang kebutuhan air sawah ketika musim kemarau mencapai puncaknya.
"Secara data, sekitar 50 desa sudah memiliki pompa pengairan. Itu menjadi salah satu persiapan kami menghadapi musim kemarau," jelas Syam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



