DPU Semarang Kebut Perbaikan Jalan Kalipancur, Kerusakan Berat Dibongkar Total

DPU Semarang Kebut Perbaikan Jalan Kalipancur, Kerusakan Berat Dibongkar Total

DPU Kota Semarang mempercepat perbaikan Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh dengan metode berbeda sesuai tingkat kerusakan.-dok. Pemkot Semarang-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mempercepat penanganan kerusakan Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh di Kecamatan Ngaliyan dengan metode perbaikan yang disesuaikan tingkat kerusakan di setiap titik, menyusul tingginya perhatian masyarakat terhadap kondisi ruas jalan tersebut.

Perbaikan jalan Kalipancur telah dilakukan pada sebagian ruas Jalan Candi Penataran Raya melalui pekerjaan pengaspalan. Sementara itu, titik-titik yang mengalami kerusakan sedang hingga berat dipersiapkan untuk penanganan lanjutan melalui penguatan struktur jalan sebelum pelapisan aspal dilakukan agar konstruksi lebih kokoh dan mampu menahan beban kendaraan bertonase besar.

Hasil evaluasi teknis DPU Kota Semarang menunjukkan kerusakan Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh dipengaruhi tingginya intensitas kendaraan angkutan material yang melintas sebagai akses menuju maupun keluar kawasan galian di wilayah Kalipancur. Atas dasar itu, setiap lokasi ditangani menggunakan metode berbeda sesuai kondisi kerusakan yang ditemukan di lapangan.

"Penanganan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan. Untuk kerusakan ringan dilakukan penutupan lubang atau patching, sedangkan kerusakan sedang hingga berat ditangani melalui perbaikan perkerasan maupun rekonstruksi struktur jalan berdasarkan hasil evaluasi teknis. Seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan hasil survei lapangan," kata Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto.

BACA JUGA:Strategi Mahasiswa KKN UMUS Brebes Dongkrak Omzet UMKM di Tegal Lewat Media Promosi Digital dan Fisik

BACA JUGA:Agustusan di Gringsing Batang Beda, Ada Lomba Bikin Video Pantai Jodo Pakai Ai

Pekerjaan perbaikan juga dijadwalkan dilakukan di Jalan Abdulrahman Saleh, tepatnya di depan SMP H. Isriati, melalui metode patching untuk mengatasi kerusakan yang ada di lokasi tersebut.

Sementara pada sejumlah titik di Jalan Kalipancur yang mengalami kerusakan berat, perbaikan dilakukan melalui tahapan penggalian badan jalan, pemasangan cerucuk bambu, pengisian material lapis pondasi agregat (LPA), kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan guna memperkuat struktur jalan.

"Penanganan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan. Untuk kerusakan ringan dilakukan penutupan lubang atau patching, sedangkan kerusakan sedang hingga berat ditangani melalui perbaikan perkerasan maupun rekonstruksi struktur jalan berdasarkan hasil evaluasi teknis," ujar Suwarto.

Selain mempercepat pekerjaan fisik, koordinasi juga terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang bersama instansi terkait untuk mengendalikan kendaraan angkutan material yang melintasi kedua ruas tersebut. Langkah itu ditempuh agar penyebab kerusakan jalan dapat diatasi secara bersamaan dengan proses perbaikannya.

BACA JUGA:Libur Sekolah Bawa Dampak Positif, Sampah di TPA Jatibarang Semarang Susut Hampir 70 Ton per Hari

BACA JUGA:TPA Jatibarang Siaga Kemarau, DLH Semarang Percepat Pendinginan Tiap Dua Hari Demi Cegah Kebakaran

Menurut Suwarto, pengendalian kendaraan angkutan material menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hasil perbaikan sehingga kerusakan serupa tidak kembali terjadi dalam waktu singkat akibat tingginya beban lalu lintas.

"Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi kondisi jalan. Masukan tersebut sangat membantu percepatan identifikasi kerusakan sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terukur," ungkap Suwarto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait