DPUPR Pemalang Proses Pemeliharaan dan Pengerjaan jalan Terus, Meski Ada Kenaikan Harga BBM

DPUPR Pemalang  Proses Pemeliharaan dan Pengerjaan jalan Terus, Meski Ada Kenaikan Harga BBM

Joko Tri Asmoro, Kepala Dinas DPUPR Kabupaten Pemalang saat akan mengikuti rapat.--

PEMALANG, diswayjateng.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pada tahun anggaran 2026 ini telah melakukan pemeliharaan dan pengerjaan jalan, 'ini sudah mulai berjalan sejak awal tahun dan ini sudah berjalan di tahap 2, demikian disampaikan oleh kapala dinas DPUPR, Joko Tri Asmoro melalui Yuniar Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Pemalang. Jumat, 17 Juli 2026. saat ditemui awak media di kantornya. 

Ia menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin dan berkala ini sudah kita lakukan sejak awal tahun pada 3 bulan pertama oleh unit pengelola jalan dan irigasi (UPJI) di kabupaten Pemalang, unit ini ada 8 yang tersebar di 15 kecamatan . 

Pemeliharaan rutin saat 3 bulan pertama mulai Januari 2026, saat itu musim penghujan itu kita lakukan pemeliharaan penutupan jalan berlubang kemudian dilanjutkan menghadapi persiapan lebaran. 

BACA JUGA:Kerja Cerdas dan Ikhlas Dalam Melayani Masalah Sosial diKabupaten Pemalang

Menurutnya, pengerjaan sebelum lebaran itu ada 7 paket terkait lelang rekonstruksi jalan, ini lelang pertama dan itu sudah dilelang semua melalui Swakelola, "SPK nya itu bulan Februari 2026 dan bulan Juli ini sudah selesai semua", ucapnya. 

Kemudian untuk tahap kedua setelah lebaran, yaitu mulai bulan Mei sampai Agustus 2026 kedepan itu ada 3 pengerjaan, dan itu sudah kami mulai untuk pekerjaan pemeliharaan jalan berkala yang dikerjakan oleh pihak ketiga. 

Untuk pemeliharaan rutin dan berkala ini skalanya lebih besar, mulai sekarang ini sudah berjalan 30 %, dan ini sudah diproses semua, kita mempunyai target sebelum Agustus 2026 proses pengerjaan jalan sudah mulai semua. "Syukur-syukur untuk pengadaan langsung pekerjaan aspal Agustus 2026 ini sudah selesai", imbuhnya. 

Selanjutnya untuk lelang kedua yaitu tahap rekonstruksi beton itu masuk di bulan Juli 2026 ini, kenapa terlambat, mungkin di daerah lain juga merasakan hal yang sama, ini akibat dari kebijakan kenaikan harga dan kelangkaan BBM efek dari Perang AS dan Iran. 

Belum lagi ada bahan material yang tergantung juga dari bahan impor yaitu aspal. Hal membutuhkan tahap penyesuaian harga dan waktu, meskipun dari Kementrian pusat itu ada arahan untuk menggunakan aspal lokal. Tatapi ada juga bahan yang diambil dari Impor juga, kenaikan harganya sekitar 15 %, yang otomatis itu harus ada penyesuaian. 

BACA JUGA:Gerindra Kosong, KPU Pemalang Bersiap Proses PAW Dua Kursi DPRD

Lalu kenapa pengerjaan beton tidak dilakukan di bulan pertama, "karena saat itu bulan Januari sampai April 2026 sedang menghadapi musim penghujan cuaca belum kondusif selain itu juga menghadapi persiapan lebaran yaitu arus mudik dan arus balik lebaran 2026". pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait