HUT disway jateng

DLH Monitoring Program Gropyokan Sampah di Kelurahan Slerok Tegal

DLH Monitoring Program Gropyokan Sampah di Kelurahan Slerok Tegal

MONITORING - Plt Kepala DLH Kota Tegal, Yuli Prasetyo, monitoring program Gropyokan Sampah di RW 06, Kelurahan Slerok, Sabtu (12/7/2026).-MEIWAN DANI RISTANTO/RADAR TEGAL-

TEGAL, diswayjateng.id - Komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya terus diperkuat melalui Program Gropyokan Sampah. Hal tersebut ditunjukkan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Yuli Prasetyo, bersama Lurah Slerok, Arlin, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) selaku bapak asuh program, di Bank Sampah Kemuncling, RW 06, Kelurahan Slerok, Sabtu (12/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau secara langsung berbagai tahapan pengelolaan sampah yang telah dijalankan masyarakat. Mulai dari proses penimbangan, pemilahan sampah, hingga pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos.

Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di RT 02 RW 06 Kelurahan Slerok, di mana warga telah berhasil mengolah sampah organik, khususnya sampah dapur, menjadi kompos dengan metode yang sederhana, tidak menimbulkan bau, serta mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. 

Hasil pengolahan tersebut bahkan telah memasuki tahap panen kompos dan dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman.

BACA JUGA:OJK Tegal Perkuat Peran Guru sebagai Penggerak Literasi Keuangan Generasi Muda

BACA JUGA:Polres Tegal Kota dan Lanal Tegal Olahraga Bersama Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Plt Kepala DLH Kota Tegal, Yuli Prasetyo, mengapresiasi semangat dan konsistensi warga RW 06 dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. 

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa pengurangan sampah dapat dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan sampah organik.

Program Gropyokan Sampah sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Tegal untuk membangun budaya peduli lingkungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. 

Melalui bank sampah dan pengolahan sampah organik, diharapkan jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat terus berkurang.

BACA JUGA:135 Mahasiswa KKN UPS Tegal Diterjunkan di Kedungbanteng

BACA JUGA:BAZNAS Kota Tegal dan DPD PUI Perkuat Sinergi Melalui Silaturahmi dan Audiensi

Sementara itu, Lurah Slerok, Arlin, berharap keberhasilan yang telah dicapai warga RW 06 dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kelurahan Slerok maupun di Kota Tegal. 

Dengan semakin banyak masyarakat yang mengolah sampah dari sumbernya, pengelolaan sampah akan menjadi lebih efektif sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait