Antisipasi Kebakaran, DPRD Wonosobo Usul Desentralisasi Damkar ke Kecamatan

Antisipasi Kebakaran, DPRD Wonosobo Usul Desentralisasi Damkar ke Kecamatan

PODCAST - Komisi C DPRD Wonosobo usul desentralisasi Damkar ke kecamatan.-Ari Sunandar/Diswayjateng-

WONOSOBO, diswayjateng.id - Upaya mempercepat respons penanganan bencana kebakaran di Kabupaten Wonosobo kini menjadi fokus utama pihak legislatif. Langkah strategis ini digodok demi memberikan jaminan keselamatan yang lebih optimal bagi seluruh warga.

Dalam sebuah diskusi mendalam di podcast bersama Komunitas Jurnalis Wonosobo, pimpinan Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo melayangkan usulan taktis. Formulasi baru ini dirancang untuk menciptakan ruang publik yang jauh lebih aman sekaligus inklusif.

Ketua Komisi C DPRD Wonosobo, Wahyu Adi Nugroho, bersama Sekretaris Komisi C, Wisnu Ibet Pradana, memaparkan langsung gagasan segar tersebut. Mereka menyoroti pentingnya merombak sistem penanggulangan keadaan darurat yang selama ini dinilai kurang efektif.

Urgensi Desentralisasi Damkar Wonosobo demi Pangkas Waktu Respons

Wahyu Adi Nugroho menyoroti kendala krusial dalam memadamkan api yang kerap dipicu oleh lambatnya waktu penanganan di lokasi kejadian. Hambatan ini terjadi karena armada pemadam kebakaran saat ini masih terpusat di satu titik saja.

BACA JUGA:Penantian Pilu Ibu Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo, Setiap Malam Gelar Doa Mujahadah

BACA JUGA:Kodim Wonosobo Targetkan Pembangunan Lima Jembatan Perintis Kelar Tepat Waktu

"Kami mengusulkan desentralisasi mobil pemadam kebakaran ke tingkat kecamatan," ujar Wahyu saat memberikan keterangan resmi.

Menurut Wahyu, penempatan unit armada di beberapa wilayah strategis akan mempermudah petugas menjangkau titik kebakaran dengan cepat. Kecepatan penanganan darurat dinilai sebagai kunci utama keberhasilan penyelamatan nyawa dan harta benda.

Melalui penataan ulang sistem operasional evakuasi ini, potensi kerugian materiil maupun korban jiwa diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.

Infrastruktur Perkotaan Wonosobo Mulai Ramah Difabel dan Anak

Di samping fokus pada mitigasi bencana, otoritas legislatif Wonosobo juga menaruh perhatian besar pada penataan infrastruktur kota. Ruang publik yang ramah untuk semua kalangan kini mulai diwujudkan di pusat kota.

BACA JUGA:Kronologi Lengkap 2 Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo: 6 Hari Pencarian Masih Nihil Petunjuk

BACA JUGA:Dua Remaja Hilang Misterius saat Mendaki Gunung Bismo Wonosobo, Tim Gabungan Sisir Tujuh Titik Lokasi

Sekretaris Komisi C, Wisnu Ibet Pradana, menyampaikan apresiasinya terhadap proyek pembenahan Alun-alun Wonosobo. Fasilitas publik tersebut dinilai sudah ramah terhadap penyandang disabilitas dan anak-anak.

Penyediaan ruang terbuka yang aksesibel ini dipandang sebagai bentuk nyata pemenuhan nilai kemanusiaan serta keadilan sosial bagi publik. Melalui sinergi kesiapsiagaan bencana dan fasilitas inklusif, kenyamanan hidup masyarakat Wonosobo diharapkan dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: