HUT disway jateng

Beredar Proposal Permohonan Dana HUT ke-1276 Salatiga, Sekda Bantah Mengemis itu Bagian dari Edukasi

Beredar Proposal Permohonan Dana HUT ke-1276 Salatiga, Sekda Bantah Mengemis itu Bagian dari Edukasi

PROPOSAL BEREDAR dan TANGGAPAN SEKDA : Proposal permohonan dana rangkaian HUT ke-1276 Salatiga (kiri). Sekda Kota Salatiga Drs Muthoin MSi (kanan). Foto : Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.id - Beredarnya proposal permohonan dana senilai Rp 400 juta oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga tengah memicu polemik. Dana patungan tersebut rencananya digunakan untuk membiayai empat agenda besar daerah, salah satunya peringatan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga.

 

Proposal yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga, Drs. Muthoin, M.Si., selaku Ketua Umum Panitia itu disebar ke pihak swasta, BUMN/BUMD, hingga perorangan. Selain perayaan HUT kota, dana juga dihimpun untuk menyokong peringatan HUT ke-79 Koperasi, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, serta APEKSI Tingkat Kota Salatiga tahun 2026.

BACA JUGA: Kebijakan Fiskal Pemkot Salatiga 2027 Diproyeksi Defisit 10,27 Persen

BACA JUGA: Orientasi Calon Paskibra Salatiga Dimulai, Ada Hilmi Tisna Yuwanda Wakili Jateng Bertugas di Istana Negara

Dalam dokumen tersebut dijelaskan, APBD 2026 hanya mampu membiayai acara yang bersifat seremonial. Padahal, pemkot ingin mengakomodasi aspirasi masyarakat yang menginginkan kemeriahan tambahan, seperti ajang olahraga, pentas seni budaya, bakti sosial, hingga bazar ekonomi kerakyatan. Demi menyukseskan rangkaian itu, panitia menyebut masih membutuhkan suntikan dana sebesar Rp 400 juta.

Beredarnya surat ini tak pelak memantik reaksi beragam dari warga. Sebagian pihak memaklumi langkah pemkot mengingat adanya efisiensi anggaran pemerintah pusat. "Kan anggaran dipotong pusat 50 persen, masyarakat dibebani pajak, ya begini jadinya," ujar Anto, seorang warganet di media sosial lokal Salatiga.

Namun, tak sedikit yang mengkritik tajam. Langkah pemkot dinilai memaksakan diri atau terlalu ngoyo. "Kalau memang anggaran tidak sanggup mem-backup, ya jangan ngotot menggelar acara yang memakan biaya besar," kritik SR (40), seorang pengusaha asal Tingkir.

 




BACA JUGA: Wakili Jateng, Hilmi Tisna Yuwanda Pelajar SMA Negeri 1 Salatiga Lolos Anggota Paskibraka Nasional 2026

BACA JUGA: Lebih dari 100 Raja dan Sultan Bakal Hadiri Festival Adat Budaya Nusantara VII di Salatiga 24-28 Juli 2026

 

SEKDA: INI BENTUK EDUKASI KEPEDULIAN

 

Menyikapi pro-kontra tersebut, Sekda Kota Salatiga, Muthoin, membenarkan keberadaan proposal itu. Namun, ia menolak keras anggapan bahwa pemkot memaksakan diri atau "mengemis" anggaran kepada warga.

 

"Pemkot Salatiga tidak mengemis. Sekali lagi, kami hanya memberikan edukasi kepada warga bahwa Hari Jadi Kota Salatiga adalah hari jadinya seluruh rakyat, bukan cuma milik pemerintah," tegas Muthoin.

Ia menjelaskan, masyarakat kerap menuntut perayaan yang meriah dan wow. Di sisi lain, anggaran pemerintah sangat terbatas. Oleh karena itu, panitia membuka ruang partisipasi publik tanpa mematok nominal tertentu.

 

 

"Baik dari CSR ataupun sumber lainnya, silakan. Besaran nominalnya pun kami persilakan. Bukan soal angkanya, melainkan tentang edukasi kepedulian terhadap kota ini," terangnya.

 

Muthoin menambahkan, penggalangan dana semacam ini bukan hal baru dan sudah pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Pemkot, lanjutnya, hanya menjalankan fungsi pelayanan untuk mewujudkan kegiatan yang bernilai strategis dan inovatif bagi masyarakat Salatiga.

"Jika menuruti semua kehendak warga, biayanya sangat luar biasa dan kita tidak akan mampu. Namun, kita sudah memilah acara yang paling strategis. Kami berterima kasih kepada warga yang telah berkontribusi dan peduli," pungkasnya.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: