PG Rendeng Kudus Akui Emisi Langes Meningkat akibat Kenaikan Kapasitas Giling.
PG Rendeng meminta maaf kepada warga terdampak dan memperkuat pengendalian emisi. --
KUDUS, diswayjateng.id- Manajemen Pabrik Gula (PG) Rendeng mengakui emisi langes atau jelaga meningkat pada awal musim giling 2026 seiring kenaikan kapasitas giling tebu. Kondisi itu banyak dikeluhkan masyarakat desa yang berada di sekitar PG setempat.
Menyikapi keluhan warga, manajemen PG Rendeng Kudus menyampaikan permohonan maaf. Selain itu, memperkuat pengendalian emisi dengan berbagai cara untuk menekan emisi hasil pembakaran.
Manager Keuangan dan Umum PG Rendeng Ahmad Zuhri mengatakan, target giling tahun ini mencapai sekitar 4 juta kuintal tebu, meningkat dibandingkan musim giling tahun sebelumnya.
Menurut Zuhri, hingga saat ini proses giling baru berlangsung sekitar 50 hari atau sekitar seperempat dari keseluruhan target musim giling. Proses giling diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
"Peningkatan kapasitas giling berdampak pada bertambahnya beban operasional boiler," ujar Ahmad Zuhri pada Selasa (14/7/2026). 
Manajemen PG Rendeng akui emisi langes atau jelaga meningkat pada musim giling 2026--
Menurut Ahmad, kondisi tersebut diperparah musim kemarau yang menyebabkan partikel langes atau jelaga lebih mudah beterbangan. Sebab tidak ada hujan yang membantu mengendapkan sisa hasil pembakaran.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setiap laporan yang masuk selalu kami tindak lanjuti dan menjadi perhatian serius perusahaan, " tukas Ahmad.
Pihak PG Rendeng memiliki tim yang terus bekerja mengurangi dampak langes atau jelaga terhadap lingkungan sekitar. Ia menyebut sebagian besar laporan masyarakat berasal dari wilayah di sisi barat pabrik, terutama Desa Rendeng dan Desa Pedawang.
BACA JUGA:Kreatifitas SD 5 Karangbener Kudus Sambut Siswa Baru, Guru Cosplay Petruk dan Buto Ireng saat MPLS
BACA JUGA:Tunggakan Pajak Kendaraan di Kudus Tembus Rp32,48 Miliar, Bapenda Jateng Turun Tangan
"Arah angin pada musim kemarau membuat partikel langes lebih mudah terbawa menuju kawasan permukiman," tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, PG Rendeng terus menyempurnakan sistem pengendalian emisi. Selanjutnya memasang mesh (jaring penyaring), spray air, serta mengoptimalkan sistem Electrostatic Precipitator (ESP) dan Air Dust Fan (ADF) dengan target menekan emisi hingga 80 persen.
Selain melakukan evaluasi teknis, imbuh Ahmad, PG Rendeng juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa apabila terjadi gangguan operasional agar informasi dapat segera diteruskan kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi seluruh masukan dari masyarakat. Ke depan, apabila terjadi kendala operasional, kami akan lebih cepat berkoordinasi dengan kepala desa dan perangkat desa agar informasi dapat diteruskan kepada RT maupun warga. Seluruh laporan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi kami," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




