Enam Kios Pasar Tegalrejo Wirosari Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Warga menunjuk ke kios yang terbakar di Pasar Tegalrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026). (Dok Polsek Wirosari)--
GROBOGAN, diswayjateng.id - Enam kios di Pasar Tegalrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ludes terbakar, Sabtu (11/7/2026). Peristiwa tersebut diduga akibat korsleting listrik, yang mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 6 juta.
Dalam keterangan tertulis, Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Haryanto menyampaikan, pihaknya menerima laporan kebakaran itu beberapa menit setelah api pertama kali diketahui oleh warga muncul di area pasar tersebut. Personel Polsek Wirosari bersama Tim Inafis Polres Grobogan lantas langsung menuju lokasi kejadian.
"Tim gabungan mengamankan tempat kejadian perkara, membantu proses pemadaman dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," katanya.
AKP Sapto menyebut, api pertama kali diketahui oleh Rusdi (46), warga yang tinggal di sekitar pasar. Saat hendak duduk di teras rumahnya, ia melihat kobaran api dari salah satu kios. Rusdi kemudian berteriak minta pertolongan sehingga warga berdatangan untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya sambil evakuasi barang yang masih bisa diselamatkan.
BACA JUGA:DPRD Grobogan Setujui Penetapan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 Menjadi Perda
BACA JUGA:Bangun Kembali Pasar Gubug yang Terbakar, Pemkab Grobogan Ajukan Rp76 Miliar ke Pusat
"Tapi, besarnya kobaran api membuat enam kios para pedagang tidak dapat diselamatkan," bebernya.
Enam korban tersebut meliputi Warsi (40) warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari; Susi Hidayati (44), warga Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari; Hani (44), warga Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora; Piyah (60), warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari; Prihatin (40), warga Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari; serta Tyan (45), warga Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.
"Api berhasil dipadamkan usai petugas Damkar tiba di lokasi beserta personel Polsek Wirosari, sehingga kobaran api tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar pasar," jelasnya.
AKP Sapto mengungkapkan, berdasar hasil olah TKP, petugas mendapati meteran listrik utama dalam kondisi baik dan posisi off. Namun, ditemukan sambungan serabut kabel yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Lalu, bagian barat dan tengah bangunan mengalami kerusakan paling parah, sementara lima unit timbangan dagangan turut rusak akibat terbakar.
BACA JUGA:Besok Pagi Car Free Day di Purwodadi Grobogan Ditiadakan, Ini Alasannya
BACA JUGA:Sebuah Rumah di Toroh Ludes Terbakar, Pemicu Diduga dari Kompor Gas yang Masih Menyala
"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada hubungan arus pendek listrik," terangnya.
AKP Sapto mengimbau masyarakat, khususnya para pengelola pasar dan pemilik kios supaya rutin memeriksa instalasi listrik sekaligus menghindari penggunaan kabel atau sambungan yang tak sesuai standar keselamatan, tidak membebani stop kontak secara berlebihan, serta segera laporkan bila menemukan potensi yang bisa memicu kebakaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



