Kebun Digital di Kebumen, Bertani Kini Cukup Lewat Genggaman Tangan
Petani asal Kecamatan Prembun, Kebumen, Asalah Murtejo mengembangkan Kebun Digital berbasis aplikasi untuk mempermudah penyiraman dan pemupukan tanaman secara otomatis.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
KEBUMEN, diswayjateng.id - Kemajuan teknologi kini tidak hanya merambah sektor industri, tetapi juga dunia pertanian. Seorang petani di Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, membuktikan bahwa mengelola kebun kini bisa dilakukan secara lebih modern melalui sistem otomatis berbasis aplikasi telepon pintar.
Adalah Murtejo, warga RT 3 RW 5 Dukuh Kandangan, Desa Prembun, yang mengembangkan konsep Kebun Digital. Melalui inovasi tersebut, proses penyiraman hingga pemupukan tanaman dilakukan secara otomatis dan dapat dikendalikan langsung melalui aplikasi di telepon genggam. Sistem ini membuat perawatan tanaman menjadi lebih praktis, efisien, dan hemat tenaga.
"Awalnya saya punya keinginan mengubah lahan ini menjadi sesuatu yang berbeda. Dulu banyak yang bertanya, 'Itu mau diapakan?' Bahkan ada yang meragukan. Tapi setelah hasilnya terlihat, mereka baru paham. Akhirnya lahirlah Kebun Digital ini," ujar Murtejo, Sabtu (11/7/2026).
Di atas lahannya, Murtejo membudidayakan beragam komoditas, mulai dari cabai rawit, alpukat, bibit kelengkeng, jahe, hingga ikan nila. Seluruh hasil panen tersebut juga dimanfaatkan sebagai bahan baku rumah makan Saung MM yang turut dikelolanya.
Menurutnya, konsep tersebut sengaja dibuat terintegrasi sehingga kebutuhan dapur rumah makan dapat dipenuhi dari hasil kebun sendiri.
"Sayuran, ikan, sampai alpukat untuk bahan jus di Saung MM kami ambil dari kebun sendiri. Jadi tidak perlu membeli dari luar," katanya.
Murtejo menjelaskan, sistem penyiraman dan pemupukan bekerja melalui jaringan otomasi yang telah dirancang. Pupuk cukup dimasukkan ke dalam toren air, kemudian akan dialirkan bersama air sesuai kebutuhan tanaman. Seluruh pengaturan, mulai dari waktu hingga volume penyiraman, dapat diatur melalui aplikasi.
"Di sini kami membuat sistem yang kami beri nama Kebun Digital. Penyiramannya berjalan otomatis, jadi kebutuhan air tanaman bisa diatur lewat aplikasi. Perawatannya jauh lebih ringan. Untuk pemupukan juga lebih mudah karena pupuk cukup dimasukkan ke toren air," jelasnya.
BACA JUGA: Drone Bikin Petani Batang Tak Lagi Mandi Pestisida, Semprot Sawah Cuma 30 Menit
BACA JUGA: Kini Mulus, Kehadiran Jalan Tani Genjot Produktivitas Pertanian di Kertek Wonosobo
Lahirnya Kebun Digital tidak lepas dari latar belakang Murtejo yang sebelumnya berkecimpung di bidang teknologi. Pengalaman tersebut kemudian diterapkannya dalam dunia pertanian melalui berbagai sistem otomasi.
Ia berharap inovasi yang dikembangkannya mampu mengubah pandangan generasi muda terhadap sektor pertanian. Menurutnya, bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan yang kotor dan melelahkan, melainkan dapat menjadi profesi yang modern serta memanfaatkan teknologi.
Murtejo juga meyakini bahwa secanggih apa pun perkembangan teknologi, kebutuhan manusia terhadap pangan tidak akan pernah hilang. Karena itu, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemandirian pangan apabila potensi sumber daya alam dikelola secara optimal.
Selain mengembangkan kebun dan perikanan yang terintegrasi, ia menilai konsep serupa juga dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga. Masyarakat yang memiliki lahan terbatas tetap bisa bercocok tanam dengan memanfaatkan sistem tabulampot atau tanaman buah dalam pot.
BACA JUGA: Cakap Kelola Sektor Pertanian, Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026
Saat ini, salah satu koleksi unggulan di Kebun Digital miliknya adalah 123 pohon nanas madu jumbo, selain berbagai tanaman hortikultura dan buah-buahan lainnya.
Meski kini menjadi inspirasi bagi banyak orang, Murtejo mengaku perjalanan membangun Kebun Digital tidak selalu berjalan mulus. Di awal pembangunan, banyak pihak yang mempertanyakan langkahnya membersihkan dan menata lahan. Namun, keraguan itu perlahan berubah menjadi apresiasi setelah inovasi tersebut berhasil diwujudkan dan memberikan manfaat nyata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





