Di Tengah Gempuran Camilan Modern, Lanting Buatan Siti Duriyah Tetap Eksis
Siti Duriyah, pelaku usaha lanting tradisional asal Kebumen, mempertahankan cita rasa khas sejak merintis usaha pada 1999.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
KEBUMEN, diswayjateng.id – Di tengah gempuran camilan modern yang terus bermunculan, usaha lanting tradisional milik Siti Duriyah di Desa Rowosari, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, tetap mampu bertahan dan berkembang. Berbekal konsistensi menjaga kualitas, usaha rumahan yang dirintis sejak 1999 itu kini telah memasuki usia lebih dari 25 tahun.
Siti Duriyah mengaku memulai usahanya secara sederhana. Tanpa mengikuti pelatihan khusus, ia belajar membuat lanting secara otodidak dengan mengamati proses pembuatannya, kemudian mencoba hingga akhirnya berhasil menghasilkan produk yang disukai pelanggan.
"Belajarnya ya sendiri, mengamati dulu, terus coba buat dan ditekuni," ujarnya.
Untuk menjaga cita rasa dan kualitas, Siti hanya menggunakan singkong murni tanpa bahan pengawet. Bahan baku tersebut didatangkan langsung dari Kabupaten Wonosobo agar menghasilkan tekstur lanting yang renyah dan rasa yang tetap khas.
BACA JUGA: Pelepah Pisang Disulap Jadi Produk Ekspor, Pengusaha Asal Kebumen Berdayakan Ratusan Warga
"Untuk bahan bakunya ambil dari Wonosobo," imbuhnya.
Kini, usaha lanting miliknya mampu memproduksi sekitar lima kuintal setiap hari. Produk tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Prembun dan Magelang. Sebagian pelanggan datang langsung ke lokasi produksi, sementara sebagian lainnya memilih layanan pengantaran.
"Pemasarannya ya di sini saja, Prembun sama Magelang. Kadang diambil, kadang juga kita yang antar ke sana," katanya.
Menurut Siti, kunci utama mempertahankan usahanya selama lebih dari dua dekade adalah menjaga kualitas produk dan konsistensi rasa. Ia memastikan setiap lanting yang diproduksi memiliki tekstur renyah dan cita rasa gurih sehingga tetap menjadi favorit pelanggan, meski harus bersaing dengan beragam camilan modern.
BACA JUGA: Manfaatkan Batu Alam, Seniman Ukir Asal Kebumen Ciptakan Karya Realistis Bernilai Jual Tinggi
Keberhasilan usaha lanting tradisional ini menjadi bukti bahwa kuliner khas daerah masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat. Selain melestarikan makanan tradisional, usaha rumahan tersebut juga turut menggerakkan roda perekonomian dan membuka peluang usaha bagi warga di Desa Rowosari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





